Minggu, 10 November 2013

DRAMA KELAS

Hai, ini naskah buatan aku sendiri, sebenernya ini tugas sekolah, cuman aku post di sini, bagi siapa aja yang mau baca, tolong aku minta kritiknya ya, biar aku tahu dimana 



HIDUP TAK PERNAH SALAH
Babak 1
Di dalam sebuah hutan belantara, tinggallah seorang wanita paruh baya yang hidup serba berkecukupan. Ia tinggal seorang diri sambil menunggu sang anak lahir dari rahimnya. Suaminya pergi meninggalkannya begitu saja. Naas sekali hidupnya, ketika anaknya telah lahir dimuka bumi, anak tersebut dibunuh oleh teman karibnya sendiri karena sebuah permasalahan yang ia buat sendiri.
Marni   : Anakku... Anakku... ANAKKU... Sayang, kau masih hidupkan? Kau masih bernafas, kau? Bangunlah.. Ku mohon, bangun nak.. Dia, dia, DIA MEMBUNUH ANAKKU, dia bunuh anakku, dia pembunuh, PEMBUNUH... kemana dia, KEMANA? Aku, aku sendiri lagi, haha.. Aku sendiri, AKU SENDIRI.. hahaa.. Dia gila, mereka gila.. (Sambil memeluk anaknya sendiri yang penuh dengan bercak darah)
Babak 2
                        Pada sore hari yang cerah, terlihat enam orang gadis remaja sedang berbincang-bincang di sebuah kantin perkuliahan. Mereka nampak lesu, terlihat dari raut wajah mereka yang sama-sama ditekuk.
Angel   : Oh, my God...! Aku bener-bener bingung deh, tugas kuliah sekarang kok aneh-aneh sih? Masa pergi ke hutan, konyol banget kan?
Bella     : Ya, tapi kan itu malah bagus. Kita bisa lebih banyak mengetahui keadaan alam yang sebenarnya.
Shelly   : Iya deh iya.. Yang bergelar murid teladan, kata-katanya bijak, pengetahuannya luas, mau aja dikasih tugas.
Bella     : Ih... bukannya gitu, aku kan cuman meluruskan aja. (sambil cemberut)
Monic  : kamu juga teladan kok Shel..
Angel   : What?? Anak kayak dia teladan?
Monic  : Hmm,, telat datang pulang duluan langsung pacaran.
Semua  : Hahaaa...
Shelly   : Ishh,, terus ketawa, terus.. Ukh!!
Angel   : Tapi, ini beneran gila tahu, kita mau kehutan mana coba? Hutan Papua? Atau Afrika? Yang bener aja... Emang di Jakarta masih ada hutan gitu?
Feby    : Wooww.. hutan Afrika? ide bagus tuh. Kita bisa sekalian main sama kangguru, Afrika kan termasuk wilayah pedalaman, tapi kita kesana nya naik apa?
Shelly   : Aisshh.. Jangan mulai deh dodolnya, kangguru itu di Australia. Mending tutup dulu aja mulut kamu biar gak ngoceh kemana-mana, pake plester sekalian.
Feby    : Sadis kamu Shell (sambil meringis), aku juga serius tahu..
Monic  : Udah Feb, dengerin aja apa kata Shelly, entar dia bisa meledak lagi.
Shelly   : What?? Emang aku bom apa..
Bella     : Udah deh udah.. Mending kita cari tahu dulu hutan mana yang cocok untuk dijadikan penelitian. Sekalian tanya Rudy, dia kan cowok mungkin bisa membantu.
Feby    : Huh, untung banget sekelompok sama Bella, diam-diam tapi menghanyutkan.
Angel   : Dari pada kamu, diam-diam tapi DODOL!!
Feby    : ANGEL... Awas kamu ya.. (Sambil berlari mengejar Angel, sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihatnya)
Babak 3
            Keesokan harinya, terlihat Angel, Shelly, Bella, Feby dan Monic sedang menghalau jalan Rudy. Mereka berlima menampakkan wajah melasnya, sedangkan Rudy hanya menatap mereka dingin, seakan tidak terjadi apa-apa.
Angel   : Rud...
Feby    : Rudy, kita kan satu kelompok, kamu cari tahu ya mana hut..
Rudy    : Hutan? Besok kita kesana.
Semua  : Hah??
            Rudy pergi begitu saja dari hadapan kelima gadis tersebut, meninggalkan tanda tanya besar bagi mereka akan kelakuannya yang tiba-tiba dan tak terduga.
Babak 4
            Didalam sebuah rumah mewah, Rudy sedang merenung seorang diri, mengingat masa lalunya yang tak ia harapkan akan datang kembali.
Rudy    : Hutan?? Ya, hutan tempatku lahir.. Aku akan kembali, Tapi tak kan pernah tau aku yang sebenarnya, hh.. Aku masih ingat jalan untuk pergi ke hutan itu, tapi kenapa aku gak ingat tentang diriku sendiri? Aku harus cari tahu, ya.. Cari tau keadaan yang sebenarnya terjadi. Ini benar-benar kesempatan emas bagi ku. Wanita itu, nanti pasti akan menemuiku lagi di alam bawah sadarku, semoga gak akan terjadi apa-apa.


Babak 5
            Didalam sebuah metromini, terlihat Angel, Shelly, Feby, Monic, Bella dan Rudy, sedang menunggu sang sopir yang akan mengendarai kendaraan tersebut untuk mengantarkan mereka ke sebuah tempat yang jarang diketahui oleh orang luar.
Angel   : Ini bener-bener kayak mimpi, kita beneran pergi sekarang?
Bella     : Iyalah sekarang, lebih cepat kan lebih baik.
Shelly   : Oh, my God, hutan? Gak ada sinyal? Huh.. (sambil memain-mainkan HP)
Monic  : Udah deh jangan mulai.
Angel   : Pacar mulu yang dipikirin, makan aja sekalian biar terus dibawa-bawa dalam perut.
Bella     : Kalau enggak, minjem perutnya doraemon aja, kan enak tuh, gede, buncit lagi..
Feby    : Doraemon? Emang perutnya bisa dipinjem? Kalau kantongnya sih bisa, tapi doraemon kan adanya di Tokyo, eh.. Tokyo jauh gak? Kalau kita pergi dulu ke Tokyo ngabisin waktu lama gak? Tuh sopirnya aja udah mau naik, kenapa enggak..
Semua  : FEBBY!!
Rudy    : Berisik.
Hening beberapa saat..
Angel   : Kamu sih..
Febby  : kamu...
Babak 6
            Didalam sebuah gubuk kecil yang terdapat di sebuah hutan, seorang wanita paruh baya sedang duduk termenung sambil menggendong sebuah boneka kesayangannya, mimik mukanya terlihat berubah-ubah dari mulai senang, sedih, marah, bahkan kecewa.
Marni     : Dia akan datang, haha.. Hai sayang, akan ada orang yang datang, tapi aku gak yakin, haha.. bayiku, dia harus dibunuh, dia harus dibunuh.. Kau tahu, aku sendiri selama bertahun-tahun hanya ditemani harta yang tak kunjung habis, aku benar-benar sendiri, semuanya pergi.. Dia harus dibunuh, aku yakin, aku yakin itu.. haha..
            Ditempat yang lain, tepatnya didepan gubuk tersebut. Angel, Bella, Monic, Feby, Shelly dan Rudy sedang kesulitan membawa barang bawaan mereka, mereka terlihat sedang mencari-cari sesuatu.
Angel   : Disini kok gak ada villa ya?
Feby    : Itu ada gubuk, kesana yuk! Mungkin ada orang (sambil menunjuk)
Rudy    : Selamat siang.
Mirna   : Kau tahu, aku butuh teman..
Rudy    : Siang.
Mirna   : Eh, kau?
Rudy    : Permisi, boleh kami bertamu? Kami dari kota akan melakukan penelitian. Mungkin untuk beberapa hari ke depan kami harus tinggal di hutan ini, tapi kami belum menemukan tempat untuk beristirahat.
Feby    : Ngomongnya panjang, tumben. Aww (Angel menyikut perut Feby)
Mirna   : hh.. masuk (sambil menghela nafas)
Semua  : Terimakasih..
Semua gadis tersebut masuk kedalam ruangan untuk merapikan barang-barang yang mereka bawa, kecuali Rudy yang masih bertahan didepan pintu tanpa mengalihkan pandangannya dari sang pemilik rumah, begitupun sebaliknya. Rudy terlihat heran saat Marni menatapnya tajam dan penuh selidik, lalu kemudian Marni masuk kedalam gubuk tersebut meninggalkan Rudy seorang diri sambil tersenyum sinis.
Babak 7
            Pada malam hari yang kelam ditemani dengan awan mendung dan petir yang saling bersautan terlihat Angel, Shelly, Feby, Monic, Bella sedang tidur terlelap dibawah selimut. Mereka nampak lelah setelah beraktivitas selama sehari penuh. Dengan mata tajam dan penuh selidik Marni menatap Rudy yang tidur tanpa mengenakan selimut, lebih tepatnya menatap tanda lahir yang berada dilengan sebelah kiri Rudy.
Marni   : Kalian sebentar lagi akan tahu siapa aku sebenarnya (sambil tersenyum sinis). Tunggu tanggal mainnya anak-anak.
Marni Meraba sakunya, lalu kemudian nampaklah sebuah pisau yang sudah berada  dalam genggamannya. Dengan senyum sinis dan mata tajamnya Marni memainkan pisau tersebut lalu perlahan-lahan mendekat ke arah Rudy.
Feby    : Ka,, kamu... kamu sedang apa?
            Marni Berbalik ke arah Feby tanpa merubah ekspresi mukanya.
Rudy    : Kamu mau bunuh aku?
Marni   : Akhirnya kamu menyadari.
Rudy    : Ini benar-benar kenyataan.
Feby    : Ini ada apa sebenarnya?
Marni   : Aku sudah tidak sabar ingin mengulitimu.
Rudy    : Feb,
Feby    : Apa?
            Rudy memberikan kode tangan pada Feby, namun Feby sama tidak menyadarinya.
Rudy    : Cepat lari..!
            Rudy dan Feby keluar dari rumah tersebut meninggalkan teman-temannya.
Marni   : Memangnya aku bodoh, kamu tidak akan pernah bisa lari. Kau meninggalkan teman-temanmu dan aku tak ada salahnya bermain-main dengan mereka dulu.
            Marni menghampiri Angel, Shelly, Monic dan Bella, lalu tanpa babibu langsung menusuk tubuh ke-4 gadis tersebut.
Marni   : Hahaha.. Kalian mati, MATI. Aku pembunuh, Aku pembunuh!
Angel   : Ma,, ma..
            Marni terkejut, lalu menatap Angel penuh sayang.
Marni   : Anakku, kau anakku? Aku membunuh anakku sendiri. Aku? Kau kenapa sayang?
Angel   : Ma... ma.. kau.. (tak sadarkan diri)
Marni   : Kau, aku... tidak, tidak mungkin. Kau anakku? Mana anakku? Aku pembunuh? Aku gila, tidak, tidak.. Kalian yang gila, mereka yang gila..
            Marni tanpa sadar menusuk tubuhnya sendiri, lalu kemudian nafasnya mulai terengah-engah, ia menatap miris ke arah Angel yang tergeletak tak bernyawa.
Marni   : Anakku.. (jatuh tak sadarkan diri)
Babak 8
            Rudy dan Feby berhenti disuatu tempat yang sepi dan jauh dari jangkauan, mereka berdua sama-sama mengatur nafas setelah berlari cukup jauh.
Feby    : Kita harus kemana? Teman-teman bagaimana? Kok dia gak ngejar ya? Tapi baguslah, aduh teman-teman bagaimana? Kenapa kamu tadi gak bangunin mereka?
Rudy    : Kita gak punya banyak waktu, aku gak tau dia bakal kejar kita atau enggak, sekarang mending tutup mulut kamu atau aku jahit detik ini juga.
            Feby mengangguk kaku, lalu tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang lama kelamaan mulai terlihat jelas dimata kedua anak remaja tersebut.
Mira     : Hai, hihi...
Feby    : Si.. siapa kau?
Mira     :Aku, aku ibunya.. (sambil menunjuk Rudy)
Feby    : Maksudmu?
Rudy    : Kau benar-benar datang dari mimpiku
Mira     : Tentu saja, hihi.. Kau tau, temanku terlalu bodoh untuk tidak membunuhmu, aku adalah wanita yang membunuh anaknya sekaligus ibu yang membuangmu, lucu sekali, hihi.. kau beruntung sayang, kau diselamatkan oleh malaikat, sedangkan aku mati karena penyakit sialan itu.
Feby    : Penyakit sialan? Maksudmu?
Mira     : Malangnya nasibku, aku benar-benar kehabisan makanan. Aku terkena penyakit mag, dan ayahmu malah menikah dengan temanku sendiri, tapi ada bagusnya aku mati setelah membunuh anak temanku itu, haha... Lucu sekali dunia ini, aku pembunuh, dan kau anak dari seorang pembunuh,,.. haha,..
Feby    : Kau, tidak bercanda kan? Aku sendiri punya penyakit mag.
Mira     : Tentu saja, kamu harus tahu sayang, kau akan menyusulku jika kau tidak segera mencari makanan, hahhaa...
Feby    : Oh, my God, gak, gak.. please, kamu cuman menakut-nakutiku kan? Haha.. lucu, awww (sambil meringis) mag ku? Gak, makanan mana makanan? Kalau aku mati sekarang karena mag? Oh, no itu konyol, aku gak mau, itu gak etis banget sih. Mama, help me, makanan where are you? (sambil berlari tak tentu arah)
Rudy    : Jadi, kau adalah ibuku? Tega sekali kau..
Mira     : Untuk apa kasihan padamu? Ayahmu saja yang kau salahkan, dia tiba-tiba dan tak terduga menikah dengan sahabatku lalu punya anak? Siapa yang gak sakit hati mengetahui hal itu, mana sudi aku merawatmu, huh!
Rudy    : Tapi kau seorang ibu.
Mira     : Ibu, ya ibu.. Ibu yang dikhianati, hahaa... Lucu sekali dunia ini, pikirkan saja olehmu sendiri, aku capek terus-terusan masuk kedalam mimpimu, dan sekarang aku malas bertemu dengan mu lagi, pikirkan saja, hidup itu hanya sekali, jaga hidup kamu, jangan sampai sepertiku, (tersenyum manis lalu berlalu dan menghilang dari pandangan)
Rudy    : Jaga hidupku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar