Minggu, 10 November 2013

NYONTEK? No, way!!



NYONTEK? No, way!!
Menyontek bukanlah hal yang asing bagi para pelajar di zaman ini. Seperti sebuah budaya yang sulit dihilangkan setiap makhluk bernama manusia yang entah mengapa begitu gemar dengan kata tersebut. NYONTEK bukan hanya dilakukan oleh para pelajar saja, bahkan dalam berbagai bidang pekerjaan pun tak ada yang tak mengenal kata sakral tersebut, seolah kata tersebut tak pernah hilang ditelan waktu. Miris sekali kehidupan di zaman ini, para guru secara tidak langsung mengajarkan para muridnya untuk berbuat curang, dengan nilai yang direkayasa, meninggalkan para peserta dalam ujian, dan masih banyak lagi. Ya, memang tidak semua orang mengandalkan kata tersebut, karena ada saja segelintir orang yang memegang prinsip “Hasil seorang diri itu lebih memuaskan daripada mengcopy hasil orang lain”. Dan alhasil, nyontek dalam belajar merupakan penghambat seseorang untuk maju. Bagi orang yang memiliki prinsip dan teguh pendirian pastilah menjadi korban. Mereka yang mengandalkan otak mereka bisa saja tersiksa oleh teman-temannya yang bersukaria mendapatkan hasil tanpa usaha. Namun, kadang aku tak mengerti. Mengapa dengan begitu banyak orang yang menyontek, tak ada satupun yang lulus dengan nilai yang diatas rata-rata. Itu konyol, jadi budaya nyontek perlulah dipertanyakan.
Sedikit cerita, teman yang satu angkatan dengaku di SMA. Dia bercita-cita menjadi ahli hukum. Lucunya cita-cita tersebut termotivasi oleh ulah para guru dan teman-teman se-SMP nya. Gurunya memberikan beberapa kunci jawaban kepada temannya tersebut, dan menyuruhnya untuk menyebarkannya. Temanku, dengan prinsip teguh pendiriannya untuk tidak menyontek benar-benar kecewa dengan ulah gurunya sendiri, sehingga dia bertekad akan masuk jurusan IPS untuk menggapai cita-citanya menjadi ahli hukum. Aku bahkan salut padanya, dia begitu tertarik dengan dunia IPA tapi berusaha untuk menjadi yang terbaik di dunia IPS agar bangsa ini terbebas dengan virus “NYONTEK”, *prok,,prok...*
Nyontek memang benar-benar harus dimusnahkan dimulai dari diri kita sendiri, agar virus tersebut dapat diantisipasi walau memang sampai kapanpun tak kan pernah musnah, tapi kalau masih bisa berusaha, kenapa tidak? Menyontek sangat berdampak buruk bagi agama, bangsa, dan negara.
Capai prestasi dan kebanggaan dengan usahamu sendiri, tanpa harus menyalin usaha yang telah dikerjakan oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar