Jumat, 14 Maret 2014

Andaikan

Upss!! haha.. Ini entahlah, maaf ya yg kena tag, aku masih amatir.. Ini cuman angan-angan aja. Buat para IFC diseluruh dunia(?) Happy anniv IFC ya, makin kompak, trus support Ify apapun yg terjadi..
We're still together!!
Keep reading ya.. maaf jelek -_-

Hari berlalu, bulan berlalu, tahun pun berlalu.....Sebaris kata yang selalu terpeta indah dalam benak seorang gadis cantik yang kini telah tumbuh menjadi seseorang yang tak mudah untuk diremehkan. Ia melamun seorang diri di depan sebuah grandpiano putih yang selalu setia menemaninya dikala suka maupun duka. Yah, bertahun-tahun telah berlalu. Namun hatinya tak mampu menyangkal, perasaan itu telah tumbuh semakin besar saja, bagaimana ia bisa melupakan seseorang diluar sana jika setiap harinya perasaan itu bukanlah berkurang malah bertambah. Menyebalkan! Kenapa hatinya menjadi semakin sulit untuk dikendalikan.

Andaikan, yah andaikan.. Satu kata itu yang selalu ia ucap berulang-ulang, bahkan dari kata itu sebuah lagu dengan indahnya dapat ia ciptakan sesuai dengan suasana hatinya. Seketika senyum mirisnya terlihat saat ia mengenang betapa begitu banyak orang yang memujinya mengenai lagu ini, begitu mengena, bagaimana tidak mengena, setiap katanya ia tulis dengan penuh perasaan. Miris!!

“Hari berlalu, bulan berlalu, tahunpun berlalu, lambangkan segala resah yang ada pada orang yang sama. Temani aku...” Suara dari sebuah laptop menghentikan suasana hening yang ada dalam sebuah kamar. Bukannya itu suara seseorang yang selama ini.....?? Tapi, kenapa kalimatnya begitu persis dengan kalimat yang selalu ia ucap berulang-ulang itu

“Via, ini bukannya grangfinalis yang dulu pernah diceritain Cinta ya, siapa namanya aku lupa?” Tanya Pricilla yang tengah tekun menonton sebuah video yang tak sengaja ia lihat itu

“Mana, mana..? Wah, Fy ini Rio.. Suaranya beda ya, dia lebih tinggi dan keren aja. Sini deh” Seru Via girang saat melihat sosok itu sedang duduk membelakangi piano bersama seorang gitaris.

“Kok, gaya ini hampir sama kayak Ify waktu cover lagu tahun lalu sama kak Yuri Jo ya??” Tanya Pricilla

Rio, benar itu Rio. Tapi kenapa hati kecilku menolak untuk berlari kesana, ayolah Ify. Tenang, come on, Kamu pasti bisa.. Ify merafalkan doa itu dalam hati secara berulang-ulang

“Aduh Fy lama banget deh. Sini dong, ngelamun mulu loh. Depan piano lagi, mau lo kesambet setan piano?” Ujar Via kesal karena sahabatnya itu daritadi tak mendengar ocehannya, bukan! Bukannya ia tak mendengar, hanya saja ia berusaha tuli dengan apa yang Via ucapkan, ia merasa kakinya tak mampu berdiri

Ify dengan berat hati berjalan meninggalkan pianonya menuju sebuah tempat tidur yang penuh dengan gambar Kuda yang berkuncir, sekali lagi Ify berusaha tersenyum geli terhadap tingkahnya mengenai kuda berkuncir. Dengan hati-hati ia menaiki kasurnya yang kini telah penuh dengan 2 orang gadis cantik seusianya yang sibuk menonton seseorang disana Oh, ini benar-benar RIO.. Dia lebih ehm ganteng, perutnya tiba-tiba terasa diserang kupu-kupu secara serentak, lama ia tidak berjumpa dengan pemuda itu.

Ify mengamati lamat-lamat lekuk pemuda yang kini tergambar dengan jelas didepan matanya. Rambutnya dipangkas dengan rapi, menimbulkan kesan anak baik, lengannya pun kini sudah ehm berotot, seketika Ify menahan nafasnya ketika pikiran liar itu muncul dibenaknya, apa yang ia fikirkan? Membayangkan bahwa dada bidangnya bersedia untuk menjadi sandarannya dikala ia menangis, lalu tangan kokohnya itu akan melindunginya dari semua rasa sakit yang ia rasakan, dan memulihkan rasa sakit yang telah Ify jaga bertahun-tahun itu. Oh Ify, kau sungguh nakal!! Ify menggelengkan kepalanya, ini tidak benar ucapnya dalam hati lalu tersenyum geli

“ngapain lo senyum-senyum gitu? Lo gak beneran kesambet sama setan piaono kan?” Tanya Via was-was sambil menggeser duduknya kearah Pricilla

Ify melotot, ia mengerucutkan bibirnya kesal. Mana ada yang namanya setan piano, yang ada juga namanya peri cinta ehh..

“Ish, lo kayaknya beneran kesambet deh Fy, masa muka lo tiba-tiba kayak tomat masak gitu” Via kembali berceloteh

“jangan melotot mulu napa Fy, gue jadi takut kalo yang diomongin Via itu beneran kejadian” Pricilla ikut nimbrung dengan ocehan Via

Ify lagi-lagi menggeram kesal, lalu tanpa ampun menjitak satu-satu kedua gadis yang kini berada dihadapannya

“Mana ada setan piano. Kalian tuh ya pikirannya harus discan dulu” Ketus Ify kesal

“Mana ada kali scanning otak” celetuk Via

Saat Ify akan melayangkan jitakannya kemabli, Via dengan cepat nyengir kuda memperlihatkan gigi-gigi nya yang rapi itu sambil membentuk huruf V dikedua jarinya

“Dia cakep ya” Pricilla tiba-tiba bersuara sambil tersenyum malu

Oh, Prisssi.... dia punya gue!! Teriak Ify tak suka, tentunya dalam hati. Ify segera merafalkan berbagai doa agar sahabatnya yang satu ini tidak terpikat dengan seseorang diluar sana, Prissi kan orangnya nekat!!

“Ya, dia makin kece aja setelah 4 tahun lebih gak keliatan batang idungnya” Via menambahi
Oh, Ify kamu benar-benar harus bersiaga, bahkan kini harus bersiaga tiga!! Ify lagi-lagi berteriak

“Fy, lo komen napa, bengong mulu loh, melotot sana sini, ngerutuk sana sini terus diem lagi. Takut gue lihatnya” Via terus saja berceloteh

Ify, kau harus meningkatkan tingkat kesabaranmu sayang..

“Biasa aja tuh” Akhirnya hanya kalimat itu yang terucap dari bibir mungil Ify, dan mampu membuat kedua gadis cantik didepannya melotot sempurna, bahkan mulutnya menganga dalam beberapa detik, Ify mendesah dalam hati, kenpa kalimat itu yang terucap?

“Oke, gue ngerti elo Fy” Via menyahut ringan. Lalu bersiap-siap mencari tas kecilnya itu

“Mau kemana Vi?” tanya Ify heran

“Mau pulang, males ngeliat orang ling-ling” Sahut Via sambil mengajak Pricilla pulang

“Gue juga pulang deh Fy” Pricilla ikut mengompori

Ify semakin bingung dibuatnya, nampak lipatan-lipatan keras itu muncul didahinya yang tak tertutupi rambut lagi, karena setahun lalu ia telah berusaha memanjangkan poninya memberikan kesan dewasa pada wajahnya

“Lo pada kenapa sih?” Ujar Ify bingung

“Kita cuman ngasih privasi buat lo merenung dan menggalau ria” Kini Prissi yang menyahutnya

“Jangan mikir negatif ya Fy, dia beda sama lo” Ujar Via sambil membuka pintu

“Lo pikir baik-baik deh Fy, dia udah pindah ke Jakarta beberapa waktu yang lalu” Kini Pricilla yang berujar sambil menutup pintu

Tersisalah Ify seorang diri dikamarnya yang hening itu, ia sibuk merenungi kata-kata 2 sahabatnya yang terkesan memberi makna yang luas, seulas senyum pedih muncul dibibirnya

“Aku tahu, menunggumu adalah sesuatu yang sulit untukku, melupakanmu bukanlah hal yang mudah bagiku, tapi apa yang bisa kulakukan selain mengubur perasaan ini lebih dalam lagi, karena kita beda, kita tak sama. Hanya hati kecilku yang tahu, bahwa aku mecintaimu Mario..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar