Senin, 18 Agustus 2014

Diam Diam Suka

Dirimu, diriku tak kan pernah bersatu. Kau dan aku dihalangi oleh tembok kasar yang menjulang tinggi hingga langit dan bumi tak dapat lagi membantu. Aku hanya dapat berusaha mengintip setiap gerak-gerikmu dari celah-celah tembok raksasa itu yang berhasil memisahkan antara aku dan kamu. Jika aku diperbolehkan untuk bertemu denganmu, aku hanya dapat bersembunyi untuk menghindar dari tatapan matamu. Namun, tak dapat kupungkiri sulit untukku menyembunyikan kerinduanku padamu. Kau tau, disaat orang lain saling melempar kata dan tawa, aku hanya mampu mengintipmu untuk sekedar melihat sebuah senyuman yang selalu kau perlihatkan, aku ingin menjadi sebuah nama yang ada dihidupmu, tapi aku tahu aku tak pernah terlihat aku hanya orang yang tak kasat mata, bagai semilir angin yang lewat tanpa pernah tersentuh dan kadang tak diperdulikan. Aku tahu, kehadiranku seolah sebuah titik debu yang kapanpun siap tersapu oleh sesuatu yang lain, yang lebih penting dariku.

Aku ingin walau kita seperti langit dan bumi yang tak mungkin bersatu, tapi aku harap kita bagai air dan minyak, yang tak bersatu namun mampu saling berdampingan, walau kita tak pernah saling melempar kata namun apa salahnya kita sekedar saling pandang dan tersenyum seolah kita saling mengenal satu sama lain. Kita itu sama-sama orang yang tak banyak bicara jika dihadapkan pada orang yang tak kita kenal, itulah salah satu kelemahanku juga. Aku tak pernah berani sekedar melempar pandang atau tersenyum manis padamu, karena tak ada hak untukku menyapamu yang sama sekali tak mengenalku. Sebenarnya aku ingin melewati batas yang kubuat sendiri, namun aku sendiri bingung bagaimana bisa aku seolah acuh padamu yang tak pernah mengerti aku. Bagaimana kamu bisa mengerti aku jika kamu sendiri tak mengenalku, rasanya itu...... Menyiksa!  Balasan? Tak akan ada balasan yang kudapat jika aku terus berdiam diri, lalu aku harus bagaimana? Harus seperti apa sikapku jika bertemu denganmu? Aku selalu merasakan kehadiranmu jika kamu berada dalam lingkaranku, tapi apa kamu pernah menyadari jika aku ada? Tidak sama sekali! KIta tak saling mengenal dan aku tahu itu. Ingin rasanya perasaan ini enyah saja dari hatiku, namun aku bisa apa? Hanya mampu termenung tanpa bisa melakukan sesuatu. Tolong stop meracuni pikiranku, aku capek!! Hanya aku sendiri yang merasakan tanpa kamu tahu...
Aku MENCINTAImu...



AZ__:(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar