Sabtu, 16 Agustus 2014

When I See You ~ Part 1

Ini dia part 1 nya.. semoga suka..


Part 1

Seberkas cahaya dari bola api abadi itu kini merambat kedalam sebuah kamar bercat biru melewati jendela yang terbuka lebar oleh seorang wanita paruh baya. Kamar tersebut penuh dengan nuansa gambar kucing berwarna biru yang biasa disebut doraemon.

“Hmm,, silau ma” keluh seorang gadis manis dari bawah selimut.

“Alyssa, cepet bagun!! Kamu hari ini sekolah, mama akan meeting 2 jam lagi dan kamu belum bangun juga?” Celoteh seorang wanita paruh baya itu sambil menyingkapkan selimut yang lagi-lagi penuh gambar animasi doraemon.

“Masih ngantuk ma, 5 menit lagi... aja” Ujar Alyssa, nama dari gadis tersebut. Ia kembali menarik selimut kesayangannya walau dengan mata terpejam.

“Gak ada bantahan, ayo bangun IFY ALYSSA!! Kalau gak bangun-bangun juga kamu hari ini mama tinggal!” Ujar sang mama sarkatis.

Dalam sekejap saja mata gadis itu terbuka, walau masih enggan, karena ia belum terbiasa dengan cahaya matahari yang menyerangnya pagi ini.

“Iya, iya Ify bangun” Ujar gadis tersebut malas-malasan sambil berjalan terseok menghampiri kamar mandi yang berada disudut kamarnya.

***

Seperti biasa, koridor sekolah selalu ramai oleh celotehan beberapa siswa dan siswi yang sengaja berdiamdiri bersama dengan kelompoknya hanya sekedar untuk curhat atau bergosip ria. SMA Nusa Bangsa, adalah sekolah yang gadis iyu tempati selama setahun kebelakang. Hari ini tidak ada bedanya dengan hari-hari sebelumnya. IFY, seorang gadis manis dan ramah itu sedang berjalan ringan melewati beberapa kerumunan siswa-siswi. Ia terus tersenyum sepanjang kakinya melangkah dan sesekali menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Namun tiba-tiba saat tengah diperjalanan menuju kelasnya ia mendengar sesorang meneriaki namanya. Saat sebelum menoleh kearah suara itu, ia merasakan sentuhan hangat dibahunya. Tiba-tiba saja jantungnya berpacu begitu cepat, aliran darahnya terasa tersendat, suaranya hilang entah kemana, nafasnya tercekat begitu saja doitenggorokkan. Ada apa ini? Pertanyaan itu terasa sulit ia jawab. Ada apa dengan tubuhnya? Kenapa bereaksi berlebihan seperti ini?

“IFY!! Kok ngelamun sih? Dari tadi gue manggil-manggil elo kenapa gak dijawab? Kenapa elo jadi kayak patung gini sih? Ify, lo kesambet apa? Hello.. ini gue Via. Ify!!” Celoteh gadis chubby yang kini berdiri tepat dihadapan Ify. Namun, karena tak kunjung mendapatkan respon akhirnya gadis tersebut berteriak sambil mengguncang-guncangkan tubuh gadis bernama Ify.
Tangan yang mampu mengalirkan arus listrik itu lepas begitu saja dari bahu Ify. Sipemilik tangan mengernyit heran dengan tingkah kedua gadis bodoh didepannya.

Ify tersadar saat tubuhnya diguncang hebat seperti itu, lalu mengernyit aneh menatap gadis didepannya.

“Ada pa??” Sahutnya heran.

Belum sempat bibir mungil sigadis chubby terbuka, tiba-tiba ada suara yang memotongnya.

“Fy, kamu dipanggil sama bu Ira dikantor” Ucap seorang lelaki yang tadi mengalirkan arus listrik itu melewati tangannya. Suaranya terdengar dingin dan datar. Lalu tanpa permisi ia meninggalkan begitu saja kedua gadis yang terperangah mendengar suara yang seperti es itu, dingin!!

“Rio?” gumam Ify tak sadar, terdengar begitu lirih.

“Ify, elo kenapa sih?” cerca seorang gadis chubby itu, ia terlihat begitu kesal dengan tingkah sahabatnya yang satu ini, terlihat dari wajahnya yang ia tekuk dalam-dalam, bibirnya ia kerucutkan dan pipinya yang chubby menggembung bagai gelembung. Menambah kesan lucu pada wajahnya. Tanpa sadar Ify terkekeh geli melihat perubahan wajah itu.

“Gak apa-apa, gue kekantor dulu ya. Mau ke bu Ira” Ujar Ify sambil melengos pergi.
Gadis Chubby tersebut terperangah, hanya dengan selingan beberapa detik ia dicampakkan begitu saja oleh 2 orang manusia ditengah-tengah kerumunan orang dan tak sampai beberapa lama ia mengucapkan segala sumpah serapah untuk sahabat dan teman esnya itu.

***

Lembaran demi lembaran novel dibuka oleh sesosok gadis chubby yang kini bersandar pada kursi dikelasnya. Ia membaca rangkai demi rangkaian kata yang terkesan indah dan bergelora. Sudah menjadi rutinitasnya untuk membaca beberapa lembar kertas itu sepanjang hari. Ia masih kesal terhadap sahabatnya yang tadi mengacuhkannya begitu saja. Akhirnya ia memutuskan tenggelem dalam sebuah novel yang baru dibaca setengahnya itu untuk mengalihkan perhatiannya agar moodnya kembali membaik.

“Via...!!” Suara teriakan cempreng itu begitu memekakkan telinganya. Gadis chubby yang bernama 
Via itu mendengus kesal karena telah ada orang yang mengganggu kedamaiannya, lalu ia menoleh sebal kepada seorang gadis manis yang telah menghancurkan moodnya berulang kali.

“Apa??” Katanya ketus.

“Ya, Via marah ya? Maaf deh, tadi pagi gue gak bermaksud kok. Maaf ya Pia cantik” Rajuk gadis manis yang bernama Ify itu.

“Baru nyadar?” Tanya Via ketus dengan mata tajamnya.

“Pia baik deh, cantik, rajin menabung lagi, maapin Ipy ya Pia..” Ujar Ify dengan suara yang ia buat seimut mungkin sekaligus puppy eyes andalannya. Via mendesah kesal. Ia membenci mimik muka itu, karena membuatnya luluh begitu saja.

“Iya deh” Ujarnya kesal sambil mendesah berat.

***

“Oh my God!! Gimana ini?? Aishh... Gini nih kalo kelas diacak-acak. Susah dapet info!! Kenapa guru-guru itu gak ngerti nasib para muridnya sih? Seneng bangetkalo murid mereka menderita. Baru seminggu dikelas yang baru dengan teman baru. Mana Via udah 3 hari gak sekolah lagi. Kesel, kesel, kesel!!” Rutuk Ify dalam hati dalam sekejap saja semua memori otaknya penuh dengan segala umpatan dan sumpah serapah yang ia hafal diluar kepala. Bagaimana tidak kesal, minggu pertama dikelas baru, merasa tak dianggap. Mana sahabat satu-satunya menghilang karena flu yang tak kunjung pergi dari hidungnya itu. Kemarin ada jadwal pelajaran baru dan dia seorang diri tidak diberi informasi mengenai hal itu. Padahal sekarang ada pelajaran olahraga dan sialnya baju olahraga kebanggaan sekolahnya itu tidak dibawanya.

“SIAL!!” Umpat Ify berapi-api.

Dengan penuh kekesalan dan percaya diri tingkat dewa Ify berjalan dengan langkah lebar menuju kelas atas, kelas temannya yang juga merasakan pelajaran olahraga untuk hari ini.
“SHILLA....!!!” Teriak Ify tak tahu malu dari luar kelas tersebut, bahkan hampir semua orang yang berada didekatnya dengan cepat menoleh kaget kearahnya. Pasalnya seorang Ify yang dikenal kalem dan tak pernah luput dari senyum itu berkoar-koar dilantai 2 dengan muka merah padam menahan kesal.

“Ify, ada apaan sih? Malu-maluin tau gak” Bisik Shilla sambil menyeret tangan Ify menuju belakang kelasnya, ia tidak mau ambil resiko jika nanti tiba-tiba Ify berkoar-koar lagi. Ia sudah sangat hafal dengan tingkah sahabatnya satu ini siadem ayem bisa berubah menjadi singa lapar jika ada sesuatu yang mengganggu dan meresahkan hatinya.

“Pliss bantuin gue. Lo tahu, anak-anak dikelas gue gak ada satupun yang ngasih info kalau kemarin ada pergantian jadwal padahal sekarang ada jadwal olahraga. Dan sialnya gue gak bawa baju itu” Curhat Ify dengan suara rengekan ditambah puppy eyes andalannya itu.

“Iya, iya gitu aja nyampe teriak-teriak napa sih? Tinggal manggil gue lewat temen gue bisa kan Fy. Lo serem kalo gini kayak power ranger berubah tiba-tiba” rutuk Shilla sambil mendelik.

“Sialan lo! Abisnya gue udah kesel tingkat dewa sih” Rengek Ify layaknya seorang gadis cilik yang meminta sebuah lolipop.

Dari sudut koridor itu terlihat seorang pemuda dengan wajah datarnya berdiri sambil memperhatikan tingkah aneh gadis yang baru seminggu ini berhasil mendapatkan perhatiannya. Tanpa sadar ia menggelengkan kepalanya heran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar