Jumat, 17 April 2015

UN di ulang?

Akhir-akhir ini banyak berita yang mengatakan akan di ulangnya ujian negara yang telah mengeluarkan banyak anggaran karena beredarnya kunci jawaban. Sering aku berpikir, apa latar belakang dan tujuan diadakannya UN ini. Untuk integritas sebuah negara? Entahlah, tapi setahuku karena adanya UN inilah salah satu penyebab rendahnya pendidikan di Indonesia, katanya... ya, aku hanya pendengar dan pembaca berita, anak sekolah yang masih sangat rendah ilmunya. Namun karena itulah otakku bekerja lumayan keras, aku sering berpikir mengenai segala hal yang menjadi masalah di negara yang kita cintai ini. Salah satunya adalah pendidikan yang ada di Indonesia.  3 kali berturut-turut aku menjalani ujian nasional, dan 3 kali aku juga bertanya-tanya kenapa ada yang namanya ujian nasional? Setahun yang lalu dan tahun-tahun sebelumnya UN dijadikan patokan sebagai kelulusan seorang pelajar, siapa yang tidak lulus dalam UN otomatis dia tidak lulus sekolah. Miris! UN SD yang hanya 3 pelajaran, SMP hanya 4 pelajaran, dan SMA hanya 6 pelajaran.. belajar sekian tahun disekolah hanya ditentukan oleh sekian pelajaran itu? Aneh, bahkan kadang apa yang kita pelajari di kelas tak sedikit yang berbeda dari apa yang ada pada soal-soal yang terbilang cukup mengerikan itu. Apa ada yang sependapat dengan pola pikirku? Bukankah seharusnya yang mengerti dan mengetahui kemampuan belajar kita adalah guru kita sendiri yang telah mengajar kita selama bersekolah? Lalu kenapa malah negara yang menentukan nasib kita nantinya? Mereka bukannya tidak tahu menahu tentang apa yang biasanya kita lakukan disekolah? Entahlah..

Menurutku UN tidaklah efektif. Bolehkah aku berpendapat seperti itu? Jika memang UN diulang lalu tahun depan akan ada UN, lagi.. Apa akan ada perkembangan yang signifikan dengan pendidikan Indonesia? Dan, setahuku banyak dampak buruk yang terjadi dari UN itu sendiri. Dimulai dari banyaknya anak yang stress karena takut nilainya tidak memuaskan sampai-sampai dia melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, lalu ketakutan yang luar biasa sampai ada yang berusaha mencari kunci jawaban. Dan sayang sekali tahin ini kunci jawaban beredar dengan mudah. Sebenarnya ini menyakitkan, apalagi untuk anak-anak yang bekerja keras sendiri tanpa ada bantuan orang lain. Dan lebih menyakitkan untuk mereka yang bekerja keras itu tidak dapat mengerjakan soal dengan maksimal. Sungguh, itu sangat menyakitkan!!

Hanya satu hal yang aku yakini sekarang, hanya Allah Yang Maha Adil. Allah yang mengetahui apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya. Hanya bersandar pada Allah yang bisa kita lakukan untuk saat ini. Memang kita harus apalagi? Semoga pendidikan Indonesia kedepannya lebih baik lagi, tanpa embel-embel UN, mungkinkah?

*maaf, jika ada yang tidak sependapat dengan pandangan aku, aku hanya mengeluarkan apa yang aku  fikirkan saja. Bukan kah berpendapat tapi dalam batas wajar itu tidak dilarang? Salam damai...*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar