Jumat, 04 September 2015

Individualis

Banyak yang mengatakan bahwa orang-orang yang di cap sebagai pribadi yang individualis termasuk manusia yang kurang lebih tak memerlukan teman karena mereka lebih nyaman dengan kesendiriannya. Terkadang opini itu benar tapi siapa di dunia ini yang tak butuh teman? Semua orang butuh teman. Memiliki pribadi yang individualis sebenarnya sangat menyebalkan. Sendiri dengan segala imajinasi, bertindak sesuai hati nurani dan tak ingin siapapun mencampuri urusan pribadi sangat menyenangkan bagi yang berkepribadian individualis. Tapi, sekali lagi tak ada satupun didunia ini yang tak membutuhkan teman. Semua orang butuh teman karena itu merupakan naluri yang alamiah.

Orang individualis bukan berarti tak ingin berteman ‘baik’ dengan siapapun hanya saja ia tak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya. Ia tidak tahu bagaimana mengawalinya dan bagaimana menunjukkan sikap yang seharusnya. Seseorang yang individualis bukan berarti harus dijauhi melainkan harus dibimbing dengan terus mengajaknya bersosialisasi. Jangan biarkan mereka larut dalam kesendiriannya. Sendiri itu tak ada bedanya dengan tak bernafas. Sepi, tak satupun orang yang mau mengerti. Setiap orang butuh sandaran yang dapat dijadikan sebagai tempat pencurahan hati, tapi dengan hidup sendiri terkadang ada beberapa hal yang membuatnya ‘menyimpang’ karena tidak tahu bagaimana ia harus  mengeluarkan segala isi hati dalam benaknya.


Memang pribadi yang individualis sangat menutup privasi. Tapi bukan berarti itulah yang benar-benar diinginkannya. Ada banyak alasan mengapa kepribadian itu muncul. Jika saja ada yang mengerti maka bukan masalah jika ia sedikit demi sedikit akan merubah hidupnya menjadi lebih ‘manusiawi’. Keluar dari zona nyaman itu membutuhkan proses yang amat panjang. Dan proses itulah yang sangat dibutuhkan oleh seseorang yang individualis. Terlebih teman, teman yang mampu menemani dan mendorongnya dalam setiap proses yang ia lakukan. Hanya itu, mereka hanya membutuhkan teman yang mengerti bukan dijauhi karena tak ingin diusik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar