Senin, 15 Februari 2016

Super Idola Feat Alvin

Cerpen randoman datang lagi.....
Kangen banget sama anak-anak berbakat Idola Cilik di Super Idola Band..
Buat cerpen ini udah lama sih sebenernya, tapi baru bisa di post sekarang, siapapun yang baca hope you like it :D





“Zeva gak geli apa? Itu mata spongebobnya gitu banget” Agni bergidik ngeri melihat t-shirt Zevana yang berwarna kuning dengan gambar spongebob ditengah-tengahnya. Mata kartun yang setiap hari tak pernah dilewatkan Zevana untuk ditontonnya itu seperti beriap-siap mencuat keluar dari tempatnya-menurut Agni-.

“Apanya yang serem sih Ag, ngakunya tomboy masa sama spongebob aja takut” Zevana menggerutu melihat tingkah Agni yang beringsut dari tempatnya dan berdiri dibelakang Ify yang tengah terkikik geli.

“Siapa juga yang bilang gue tomboy, gue feminim kok ya gak Fy?” Bela Agni sambil melirik Ify meminta persetujuan dari gadis berdagu tirus itu.

Ify hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat menyetujui perkataan Agni sehingga membuat Zavana mendengus sebal karenanya.

“Haii cewek!!” Seru Debo, ia berjalan sok cool dengan kedua tangan yang sengaja ia masukkan kedalam saku celananya.

“Sok cool!” Desis Agni saat melihat kelakuan teman seangkatannya sewaktu di IC itu.

“Neng Ify nuju naon atuh?” Tanya Debo, ia mengerling genit pada Ify yang tengah menahan tawanya.

“Nuju ngobrol, Debo hoyong ngiringan?” Susah payah Ify menahan tawanya dan menjawab pertanyaan Debo dengan bahasa Sunda yang sedikit dipahaminya.

“Enya hoyong atuh. Nu penting mah aya neng Ify anu geulis” Jawab Debo sambil menoel dagu tirus itu. Tawa yang sedari tadi ditahan Ify akhirnya tumpah juga, sedangkan Agni dan Zevana mengernyit heran tak mengerti dengan apa yang tengah mereka bicarakan.

“Eh, Debdeb ngapain lo colek-colek gitu. Genit banget sih jadi cowok” Seru Ray yang berjalan bersama Cakka dan Gabriel. Mereka baru sampai di studio beberapa detik yang lalu dan langsung disuguhkan dengan tingkah Debo yang membuat Ray mencak-mencak tak jelas. Sedangkan yang lainnya kembali terkikik geli melihat Debo dan Ray yang saling bertatapan kesal. Debo, jelas kesal karena acaranya menggoda Ify jadi tertunda karena seruan Mr. Gocap itu.

Hari ini mereka  memang akan melaksanakan latihan untuk persiapan penampilan kedua mereka sebagai Super Idola Band dipentas Idola Cilik 3, SIB kembali dipercaya sebagai bintang tamu. Karena ini penampilan kedua mereka, jadi mereka sudah tak lagi canggung satu sama lain.

“Udah dulu ya berantemnya, kita persiapan dulu buat latihan hari ini.” Gabriel seperti biasa dengan bijaknya meleraikan teman-temannya yang mulai berulah.

“Ray cek drum kamu, Ify cek piano, Zeva cek bassnya, Cakka sama Agni juga cek gitarnya. Gue sama Debo pergi dulu ke kak Uchi.” Lanjutnya.

“Siappp bos!” Seru mereka bersamaan. Memang, Gabriel seolah menjadi pemimpin di SIB ini. Selain dia dan Ify sebagai senior karena lulusan IC 1, ia juga cukup bijak kalau sudah masalah latihan seperti ini.

Semua sudah bersiap untuk latihan. Setelah diberi komando Ray langsung memukul drumnya sesuai irama, disusul yang lainnya dengan alat musik mereka sendiri. Lagu Akulah Dia mengalun santai dan ngebit. Semua orang yang berada di studio menikmatinya. Apalagi saat bagian reggae, beberapa crew bahkan sempat ikut joged mengikuti alunan musik. Hingga musik selesai, semua orang ikut bertepuk tangan dengan meriah membuat seluruh personel SIB mengembangkan senyumnya.

Ify mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru studio, lalu ia tersenyum tipis saat melihat Alvin berjongkok ditangga dekat drum Ray. Sepertinya cowok bermata sipit itu juga turut menikmati penampilan tadi. Dengan langkah ringan Ify menghampiri Alvin yang masih memandang Gabriel dan Debo yang sedang berdiskusi entah apa.




“Haii” Sapa Ify. Alvin terlonjak kaget, matanya yang sipit itu terlihat sedikit lebih besar dari biasanya, walau tak mempengaruhi ukuran matanya yang memang sudah mentok seperti itu. Ify terkikik geli melihat respon Alvin, ia ikut berjongkok disamping Alvin dan ikut memandang teman-temannya yang mulai ramai seperti biasanya.

“Ify ngagetin aja” Alvin mengeluarkan suaranya, membuat Ify mendengus samar karena respon menjawabnya yang lambat.

“Ngelihatin anak-anak SIBnya gitu banget” Ujar Ify, memulai pembicaraan dengan anak cowok yang kata orang-orang cuek itu. Toh, sepertinya Ify harus menyangkal pernyataan orang-orang diluar sana yang berkata ada anak IC yang kalem, nyatanya semua sama saja, sama-sama usil dan ramai.

“Seru aja ngelihatnya, apalagi liat Ray yang gebuk-gebuk drum gitu” Alvin menjawab sambil mengedarkan pandangannya. Ify mengernyit melihat Alvin yang kebingungan, saat kembali melihat dimana terakhir tadi anak-anak ngobrol, bibirnya sedikit terbuka. Kemana teman-temannya.

“Dorr!!” Seru Cakka, Debo, Gabriel, Ray, Agni dan Zevana bersamaan. Mereka mengejutkan Ify dan Alvin yang sampai terlonjak dari tempatnya. Ify mendengus kesal sedangkan teman-temannya langsung tertawa lebar melihat respon keduanya.

“Hayoo lagi ngapain berduaan dipojok gitu” Seloroh Agni yang sudah meredakan tawa.

“Pacaran ya?” Ceplos Zevana.

Ify meringis mendengarnya, ia dan Alvin saling berpandangan sebentar lalu keduanya kompak menggelengkan kepala mereka. Mata penuh selidik dari teman-temannya ini membuat Ify risih dan gatal untuk tidak mengeluarkan suara.

“Tadi gue cuman ngobrol doang sama Alvin. Kita kan temenan gak ada yang namanya pacar-pacaran” Elak Ify dengan tegas seperti biasanya membuat yang lainnya mengangguk-angguk bingung menjawab apa.

“Eh, latihannya udah selesai kita foto-foto yuk” Ajak Iel seperti biasa, si Mr. Narsis!

“Huuuhhh” Sorak yang lainnya.

“Yuk, aku ikutan ya” Ujar Alvin, ia bersiap-siap berdiri disebelah Ify.

“GAK BISA” Seru Debo dan Ray kompak, membuat Alvin dan yang lainnya mengernyit heran.

“Yang latihankan SIB, jadi yang difoto juga harus SIB. Karena saudara Alvin bukan anggota SIB jadi kami memutuskan untuk menjadikan saudara Alvin juru foto kami” Jelas Debo yang langsung mendapat acungan jempol dari Ray dan membuat yang lainnya tergelak.

“Sialan lo berdua, mana sini kameranya?” Dengus Alvin kesal namun tetap saja ia menuruti perintah keduanya.

“satu, dua, tiga...cisss” Seru Alvin dengan malas-malasan, beberapa pose aneh tersaji begitu saja dihadapannya. Bahkan Cakka sampai menendang kakinya kearah depan padahal ia sama sekali tak memakai alas kaki apapun, sedangkan Ray berpose seakan-akan ia tengah menjadi superman dengan  mulut yang terbuka lebar-lebar. Berkali-kali Alvin harus bersabar menunggu mereka puas dengan pose yang berganti-ganti. Sampai akhirnya mereka membubarkan diri karena bosan. 




Acara berfoto yang melelahkan karena pose-pose mereka yang aneh itu berganti dengan ulah konyol mereka yang lain. Alvin masih sibuk dengan kamera milik Cakka. Ray dan Debo yang melihat mobil-mobilan yang cukup untuk mereka naiki berdua mulai memainkan kendaraan mini itu. Cakka berlanjut memainkan gitar dengan asal sambil bersenandung ala orang patah hati. Gabriel dengan tingkah ala sulenya menggoda para cewek. Ify, Agni dan Zevana yang mendengar ocehan Gabriel sesekali tertawa menanggapinya.

“Eh, jadi Charlie’s angel yuk” Usul Zevana asal sambil memainkan tangannya yang ia bentuk seperi pistol.

“Yuk, gue ditengah” Seru Ify, menanggapi ucapan asal Zevana.

“Alviiinnn fotoin!!” Seru Gabriel membuat Alvin yang tengah mengutak-atik kamera Cakka menoleh kerah Gabriel yang sudah cengengesan.

Alvin memutar bola matanya malas. Kenapa ia jadi juru foto SIB, padahal kan kedatangannya kesini hanya untuk menjadi penonton sekaligus menemui Ray yang sudah lama tak ia temui karena Mr. Gocap itu tereliminasi beberapa minggu yang lalu. Bukankah ia termasuk sahabat yang baik? Kenapa mendapat balasan seperti ini? Malangnya nasibmu Vin...

“Yuk, foto lagi” Ujar Gabriel berseru senang.

“Eh yel, dimana-mana charlie’s angel itu 3 cewek cantik. Gue, Agni sama Zevana udah ngepas. Jadi lo gak ada” Ujar Ify santai, membuat Gabriel melongo mendengar ucapannya. Alvin sudah tertawa keras sedari tadi. ‘Rasain lo Yel’ serunya dalam hati.

“Ayok Vin fotoin” Seru Zevana dengan semangat, mereka bertiga mulai membentuk formasi. Alvin mengacungkan jempolnya lalu mengarahkan kamera itu pada mereka. Alvin tersenyum tipis melihat gaya-gaya mereka yang natural.

“Yeyyy!!” Seru ketiganya, mengakhiri acara foto-foto.




Seruan dari kak Uchie menghentikan aktivitas mereka. Dengan sigap mereka mulai berkumpul disekeliling kak Uchie, Alvin pun ikut berkumpul karena tak ingin ditinggal sendiri.

“Loh, ada Alvin?” tanya kak Uchie heran.

“Bukannya latihan anak-anak IC 3 satu jam lagi ya Vin?” Tanya kak Uchie sambil mengamati jam tangannya.

Alvin hanya tersenyum dan mengangguk sekilas, membuat kak Uchie tak lagi bertanya lebih lanjut. Sikap cuek Alvin kumat!

“Alvin lagi jadi sahabat setia aku kak” Ujar Ray, menjelaskan pertanyaan tak langsung dari kak Uchie. Kak Uchie hanya mengangguk sekilas. Lalu mengomando anak-anak didiknya untuk latihan kembali. Saat Alvin hendak keluar barisan, kak Uchie menahannya.

“Kamu ikut nyanyi aja Vin, dari pada jadi penonton sendiri” Ujarnya.

Semua memandang Alvin, membuatnya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. ‘Akhirnya gue dianggap juga’ batin Alvin senang. Ia menunjukkan gigi pepsodentnya pada teman-temannya yang lain.

“Ayo mulai, Super Idola feat Alvin” Seru Kak Uchie membuat mereka tersadar lalu kembali bersiap-siap untuk memulai latihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar