Minggu, 20 Maret 2016

Happy Birthday!!

Happy Birthday to me!! Barokallah fii umrik.



Alhamdulillah, Engkau masih memberikanku waktu untuk menginjakkan kaki di umur yang baru. Terimakasih ya Robb, 19 tahun bukanlah hal yang mudah untukku berjalan dalam lindunganMu. Thankfull for my big inspiration, Mom! I love you, you’re the best teacher in my world. You’re the first! Untuk sampai berada di umur yang sekarang, aku bukanlah apa-apa kalau tanpamu ma. Do’amu yang selalu menyertaiku akan menjadi semangat yang paling besar dimanapun dan kapanpun aku berada. Bapak dan Dede yang selalu menghiburku dengan cara yang terkesan ‘aneh’, terimakasih untuk kalian.

Tahun ini adalah tahun pertama aku sendiri dan jauh dari keberadaan keluargaku. Untuk pertamakalinya aku mengerti apa itu kasih sayang yang tulus, orang berkata jika seseorang yang kau sayangi berada nan jauh dari pandanganmu maka kau akan mengerti betapa ia begitu berharga untukmu. Ya, sekarang aku mengerti siapa orang-orang yang begitu berharga untukku. Bukan teman-temanku, bukan sahabat-sahabatku, bukan dia yang selalu kukagumu dalam ‘diam’ ku, bukan pula teman-teman terdekatku, mereka keluargaku. Aku sadar begitu banyak waktu yang kulewati dengan ‘ketidakpedulian’ku terhadap mereka. Aku sadar banyak waktuku terbuang percuma hanya untuk ‘berdiamdiri’ tanpa mereka. Right now, I’m regret! I know that’s all because my character who introvert. Karakter itu terbentuk karena sedikitnya waktu yang kami luangkan untuk sekedar mengobrol diruang keluarga, setiap orang sibuk, ya aku tahu benar hal itu.

Aku bukan berasal dari keluarga yang kaya raya dan punya segalanya seperti dalam dongeng yang seringkali kubaca, keluargaku pun bukan dari kalangan pengusaha terkenal. Tapi kami mengenal kata ‘sibuk’ itu setiaphari. Mama yang mengajar setiaphari dan seringkali meninggalkan rumah karena rapat, bapak yang setiaphari pergi kekantor. Aku dan dede yang setiaphari pun menyibukkan diri disekolah. Aku bahagia saat itu, sungguh. Semua waktu tersebut memberiku pelajaran yang berharga betapa kesibukkan merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari sesuatu yang berbau ‘negatife’. Bukan itu yang kusesali, aku hanya menyesal telah terbentuk menjadi pribadi yang tertutup pada siapapun itu termasuk keluargaku. Aku memiliki privasi yang rumit dan jangan harap mereka tahu. Sedikit banyak aku tidak mengenal kata ‘curhat’ waktu itu.

Sekarang, hampir setiap kegiatanku ku beritahu pada mamaku lewat pesan singkat. Aku jadi lebih sering merindukan kelakar bapak yang selalu menakutiku, dan juga begitu merindukan ‘belajar bareng’ bersama dede kesayanganku ({}) kapan terakhir kali aku berkata seperti ini? Aku pun tak tahu.

Pagi ini mama memberiku wejangan yang sungguh sangat membuatku terharu, thank you for everything mom, dad, and bro! Yakinlah, kalian adalah orang yang paling berharga untukku. Semoga aku bisa melewati tahun-tahun berikutnya bersama kalian, aku sungguh membutuhkan kalian sebagai penopang terbesarku untuk ‘tetap’ hidup. Jika Allah mengizinkan, aku ingin sekali memberikan kebahagian dan kebanggan terbesar untuk mereka sebelum ajal menjemput. Allahu Akbar, bukakanlah pintu keberkahanmu untuk keluargaku.

Wish me the best, semakin rajin belajar, bekerja, dan berdoa. Taat pada agama dan orang tua.

Untuk mama, get well soon! Jangan terlalu sering kelelahan.

Untuk dede, semakin rajin belajar! Jadilah kebanggaan orangtua.


Untuk bapak, semoga dimudahkan rezekinya, jangan bekerja ‘terlalu’ keras, aku juga bukanlah apa-apa tanpamu. You’re my everything! Thankfull for your sweat. I’m sorry if I often dissapoint you.

20 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar