Senin, 11 April 2016

Semua karenamu

Mataku tertutup, bukan karena debu
Bukan pula karena tidur pulasku
Namun silaumu menyentakku
Tubuhku hanya mampu tertunduk karena itu
Lalu, bisa apakah aku?

Semua mata tertuju padamu
Tak satupun kedipan mata menoleh kearahku
Apa karena kelakar bodohku atau karena diam dinginmu?
Aku malu, karenamu
Aku berubah, karenamu
Purnama pun tak tahu aku tak lebih baik darimu

Pantaskah aku jika berada dalam zonamu?
Neuronku pun menolak jika aku melirikmu tanpa malu
Maafkan aku jikalau itu mengganggumu
Karena aku hanya seonggok debu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar