Jumat, 27 Mei 2016

GANGGUAN MAKAN (EATING DISORDER) PADA REMAJA

MAKALAH
GANGGUAN MAKAN (EATING DISORDER)
PADA REMAJA

 “Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar”


Disusun oleh :
Nama   : Siti Nuraisah
NPM   : 10020215023



 KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

2016 M / 1437 H



KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah  memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Isi dari makalah ini membahas tentang  “Gangguan Makan (Eating Disorder) Pada Remaja”.
Eating disorder ini menjadi masalah kesehatan utama yang sering dihadapi remaja. Tuntutan untuk kurus membuat para remaja melakukan diet yang salah dan berujung pada eating disorder. Oleh karena itu saya memilih eating disoreder sebagai tema makalah kali ini karena permasalahan eating disorder sudah bukan menjadi permasalahan yang biasa.
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah mudah-mudahan apa yang penulis susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman serta orang lain yang ingin menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari makalah ini sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Amin.

                                                                                    Bandung, 8 April 2016

                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI 
BAB I PENDAHULUAN 
1.1.Latar Belakang 
1.2.Rumusan Masalah 
1.3.Tujuan Penulisan 
BAB II PEMBAHASAN 
2.1.Eating Disorder (Gangguan Makanan) 
2.2.Jenis-Jenis Eating Disorder 
2.2.1.      Anoreksia Nervosa 
2.2.2.      Bulimia Nervosa
2.2.3.      Binge-eating disorder
2.3.Penyebab Eating Disorder Pada Remaja
2.4.Dampak Eating Disorder Pada Remaja 
2.5.Contoh Kasus Eating Disorder
2.6.Eating Disorder dalam Pandangan Islam
2.7.Upaya Pencegahan dan Cara Mengatasi Eating Disorder
BAB III PENUTUP 
3.1.Kesimpulan 
3.2.Saran 
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
Menurut WHO, remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya (pubertas) sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
Pada masa ini terjadi perubahan fisik dan psikis yang sangat signifikan. Perubahan fisik menyebabkan remaja membutuhkan asupan nutrisi yang lebih besar dari pada masa anak-anak. Asupan nutrisi itu dibutuhkan juga karena remaja sangat aktif dengan berbagai kegiatan, baik itu kegiatan sekolah maupun olahraga. Khusus pada remaja putri, asupan nutrisi dibutuhkan untuk persiapan reproduksi. Perubahan psikis menyebabkan remaja sangat mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Mereka sangat memperhatikan penampilan fisik untuk tampil menarik di depan teman-teman maupun lawan jenis mereka. Hal tersebut menyebabkan remaja berusaha untuk menampilkan dirinya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok sebayanya.
Demi tampil menarik para remaja putri berusaha memiliki tubuh seperti yang mereka lihat di media atau majalah-majalah mode. Tubuh yang ideal menurut media dan majalah mode adalah tubuh yang ramping dan kurus. Karena itu para remaja putri berusaha membatasi asupan makanannya. Perilaku ini kemudian berkembang menjadi eating disorder (gangguan makan).
Mungkin tampak sederhana untuk mendefinisikan "gangguan makan", tetapi kenyataannya adalah bahwa istilah ini mencakup berbagai perilaku abnormal yang dapat hadir dalam sejumlah gambaran klinis. Salah satu cara paling dasar untuk mendefinisikan gangguan makan adalah sebagai cluster kebiasaan makan abnormal yang berhubungan dengan gangguan pikiran atau perasaan negatif.
1.2.    Rumusan Masalah
1.2.1.  Apa yang dimaksud dengan eating disorder (gangguan makanan)?
1.2.2.  Apa saja jenis-jenis dari eating disorder?
1.2.3.  Apa penyebab eating disorder pada remaja?
1.2.4.  Apa dampak eating disorder pada remaja?
1.2.5.  Siapa yang pernah mengalami eating disorder?
1.2.6.  Bagaimana eating disorder dalam pandangan islam?
1.2.7.  Bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan eating disorder?
1.3.   Tujuan Penulisan
1.3.1.  Mengetahui pengertian eating disorder
1.3.2.  Mengetahui jenis-jenis eating disorder
1.3.3.  Mengetahui penyebab eating disorder pada remaja
1.3.4.  Mengetahui dampak eating disorder pada remaja
1.3.5.  Memberikan contoh kasus eating disorder
1.3.6.  Mengetahui eating disorder dalam pandangan islam
1.3.7.  Mengetahui upaya pencegahan dan cara mengatasi eating disorder

  

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Eating Disorder (Gangguan Makan)
Gangguan makan hadir ketika seseorang mengalami gangguan parah dalam tingkah laku makan, seperti mengurangi asupan makanan dengan ekstrem, makan terlalu banyak, serta perasaan menderita atau keprihatinan tentang berat dan bentuk tubuh yang ekstrem. Seseorang dengan gangguan makan mungkin berawal dari mengkonsumsi makanan yang lebih sedikit atau lebih banyak daripada biasanya, tetapi pada tahap tertentu, hal tersebut akan terus menerus terjadi di luar keinginan. (American Psychiatric Association [APA], 2005).
Eating disorder adalah suatu gangguan mental yang dapat membinasakan dan mempengaruhi lebih dari tujuh juta wanita setiap tahunnya, terutama di negara-negara barat seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Walaupun eating disorder berhubungan dengan makanan, pola makan, dan berat badan, gangguan tersebut bukanlah mengenai makanan, tetapi mengenai perasaan dan ekspresi diri. Gangguan makan digambarkan sebagai gangguan berat dalam perilaku makan dan perhatian yang berlebihan tentang berat dan bentuk badan.
Pada tahun 2013, ada 38% orang di Indonesia yang memiliki gangguan pola makan. Kebanyakan dari penderita adalah perempuan. Ini terjadi karena banyak orang yang ingin melakukan apa saja untuk menjaga berat badan idealnya.
"Untuk terlihat kurus, banyak perempuan yang melakukan penurunan berat badan dengan cara yang salah. Padahal, cara-cara instant bisa memperparah keadaan seseorang," ujar dr. Grace Judio-Kahl Weight Control Consultant dalam Press Conference Eating Disorder Awareness Campaign di Jakarta, Rabu (19/02).
Namun, tidak hanya perempuan, laki-laki juga terkadang 'dituntut' untuk terlihat rapih dan berbadan proporsional. Untuk menjaga berat bedan, kadang seseorang menerapkan pola makan yang tidak sehat.
2.2. Jenis-jenis Eating Disorder
Terdapat dua tipe utama gangguan makan yaitu anoreksia nervosa dan bulimia nervosa. Namun terdapat pula kategori ketiga yaitu “gangguan makan lain yang tidak ditetapkan” (EDNOS – eating disorders not otherwise specified).
Tipe ketiga ini meliputi beberapa variasi gangguan makan. Sebagian besar gejalanya mirip dengan anoreksia atau bulimia tetapi dengan karakter yang sedikit berbeda. Binge-eating disorder, yang mengalami peningkatan dalam sejumlah penelitian beberapa tahun terakhir adalah salah satu tipe dari EDNOS.
2.2.1.      Anoreksia Nervosa
Anorexia Nervosa (AN) merupakan gangguan makan dengan perilaku diet atau olahraga yang berlebihan, sehingga mencapai kondisi tubuh kelaparan. Penderita Anorexia bahkan tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturut-turut.
Kebanyakan orang dengan AN melihat diri mereka sebagai orang dengan kelebihan berat badan, walaupun sebenarnya mereka menderita kekurangan nutrisi. Makanan dan kontrol berat badan menjadi suatu obsesi. Seseorang dengan AN akan senantiasa mengukur berat badannya berulang kali, menjaga porsi makanan dengan berhati-hati, makan dengan jumlah yang sangat kecil dan hanya sebagian jenis makanan saja.
Penderita anorexia nervosa makan dalam jumlah sangat sedikit dan berolahraga berlebihan untuk menjadi kurus, hingga mencapai 15% sampai 60% dibawah berat badan normal. Namun demikian, mereka tetap "merasa gemuk" walaupun sebenarnya sudah sangat kurus. Mereka menganggap daging pada tubuh mereka sebagai lemak yang harus dimusnahkan.
Penderita anorexia biasanya memiliki kebiasaan makan yang aneh, seperti menyisihkan makanan di piringnya dan memotong-motongnya menjadi bagian-bagian kecil, mengunyah lambat-lambat, serta menghindari makan bersama keluarga. Mereka sangat suka mengumpulkan resep-resep dan masak untuk keluarga dan teman-temannya, tetapi tidak makan sedikitpun makanan yang mereka masak. Dengan berlanjutnya gangguan ini, penderita mulai suka menyendiri dan menarik diri dari teman dan keluarga.
2.2.2.      Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa (BN) digambarkan sebagai makan berlebihan (binge eating) dengan episode berulang yang kemudian diikuti dengan perlakuan kompensatori (muntah, berpuasa, atau kombinasinya). Makan berlebihan disertai dengan perasaan dimana penderitanya merasa kehilangan pengendalian diri ketika makan. Muntah yang dilakukan secara sengaja serta penyalahgunaan obat pencahar, diuretik, amfetamin dan tiroksin.
Banyak penderita bulimia memiliki berat badan yang normal dan kelihatannya tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Biasanya mereka orang-orang yang kelihatannya sehat, sukses di bidangnya, dan cenderung perfeksionis. Namun dibalik itu, mereka rnemiliki rasa percaya diri yang rendah dan sering mengalami depresi. Mereka juga menunjukkan tingkah laku yang kompulsif, misalnya, mengutil di pasar swalayan, atau mengalami ketergantungan pada alkohol.
2.2.3.      Binge-eating disorder
Kriteria binge-eating disorder (BED) terdiri dari episode makan berlebihan, sama seperti BN, tetapi yang membedakan adalah BED tidak melibatkan perbuatan untuk melawan perilaku makan berlebihan, seperti memuntahkan kembali makanan, penggunaan pencahar dan berpuasa secara berlebihan. Penderita EDNOS adalah seorang yang makan dengan tidak terkontrol dan seringkali secara sembunyi-sembunyi.
2.3. Penyebab Eating Disorder Pada Remaja
Eating disorders dapat dialami oleh semua orang, tidak mengenal status sosial dan ekonominya. Menurut lembaga National Association of Neroosu and Associated Disorders, 90% penderita eating disorders adalah wanita. Gangguan tersebut biasanya diderita oleh remaja-remaja putri yang kembar atau memiliki adik-kakak perempuan dan berumur antara 12 sampai 25 tahun. Umur 17 adalah umur rata-rata dimana eating disorder mulai berkembang.
Menurut survey, antara 5% sampai 10% dari remaja-remaja menderita eating disorder. Gangguan tersebut juga diderita oleh wanita-wanita berumur dan pria tetapi dalam jumlah yang sedikit.
Pada umumnya, penderita eating disorder adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, perasaan tidak berdaya, dan perasaan tidak sebanding dengan orang lain. Mereka menggunakan makanan dan diet sebagai cara untuk mengatasi masalah-masalah dalam hidup mereka. Banyak dari mereka berpikir bahwa makanan adalah sumber kenyamanan atau penghilang stress sementara penurunan berat badan dianggap sebagai cara agar diterima oleh teman-teman dan keluarga.
Kejadian-kejadian maupun keadaan tertentu dalam kehidupan seseorang dapat juga menjadi faktor pendukung timbulnya gangguan tersebut. Kejadian-kejadian ini dapat berupa penghinaan terhadap bentuk tubuh, pemerkosaan, perceraian, pernikahan, ataupun masuk universitas. Orang tua yang terlalu mengkhawatirkan berat tubuh anaknya, pelatih olah raga yang secara terus menerus mendesak agar para atletnya mencapai berat tubuh "ideal," ataupun hidup dalam masyarakat dan budaya dimana penghargaan diri diasosiasikan dengan kelangsingan dan kecantikan dapat juga menjadi salah satu penyebab eating disorder.
Banyak remaja, terutama remaja-remaja putri, merasa tertekan dengan pemikiran masyarakat yang salah tentang ukuran dan berat badan ideal seorang wanita. Mereka merasa sangat tertekan dengan "kewajiban" untuk tampil langsing seperti yang dimunculkan oleh televisi dan majalah. Media massa secara tidak langsung menyebabkan perbedaan antara ukuran rata-rata tubuh seorang wanita dan ukuran yang dipikirkan wanita sebagai ukuran "ideal" sangat jauh berbeda.
Menurut pandangan agama, aneroksia nervosa juga disebabkan karena individu tersebut mengingkari nikmat yang telah diberikan padanya seperti tercantum dalam surat Ibrahim ayat 7 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan,  sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabku sangat pedih”.
Mereka juga ragu terhadap dirinya sendiri seperti dijelaskan dalam surat Al Mu’minuun ayat 47 “Dan mereka berkata “apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang – orang yang menghambakan diri kepada kita?
2.4. Dampak Eating Disorder Pada Remaja
Kebanyakan pasien dengan Anoreksia Nervosa juga akan mempunyai masalah psikiatri dan berbagai macam penyakit fisik, termasuk depresi, perilaku merusak (obsessive), penyalahgunaan zat, komplikasi kardiovaskular dan neurologis, serta perkembangan fisik yang terhambat.
Gejala lain yang mungkin terlihat dari waktu ke waktu termasuk penipisan tulang (osteopenia atau osteoporosis), rambut dan kuku yang rapuh, kulit yang kering dan kekuningan, tumbuhnya rambut halus diseluruh tubuh (misalnya, lanugo), anemia ringan, kelemahan dan kehilangan otot, konstipasi berat, tekanan darah rendah, pernafasan dan pergerakan yang melemah, penurunan suhu tubuh yang menyebabkan orang tersebut sering merasa dingin, dan lesu.
Sebagai akibat dari nutrisi yang buruk, akan muncul gangguan endokrin yang melibatkan hipotalamus-pituitari-gonad, bermanifestasi pada wanita yaitu amenorrea dan pada laki-laki yaitu kurangnya minat seksual dan kesuburan. Pada anak-anak prapubertas, pubertasnya akan lambat dan perkembangan serta pertumbuhan fisiknya akan terhambat. Gejala metabolik lainnya, seperti lelah dan intoleransi terhadap kedinginan juga disebabkan oleh gangguan aksis hipotalamuspituitari-gonad. Selain itu, resiko untuk mengalami fraktur tulang berkaitan juga dengan pasien AN karena ukuran tulang yang berkurang dan densitas mineral tulang.
Tidak seperti AN, orang yang menderita BN dapat jatuh kepada golongan dengan berat badan yang normal sesuai dengan umur mereka. Akan tetapi, seperti AN, mereka juga mempunyai ketakutan untuk pertambahan berat badan, dan sangat nekad untuk mengurangi berat badan, merasa tidak bahagia atas ukuran dan bentuk tubuh mereka. Perilaku bulimia adalah rahasia, karena selalu disertai dengan perasaan jijik dan malu. Siklus perilaku binging dan penyingkiran ini selalu berulang selama beberapa kali dalam seminggu. Mirip dengan AN, orang yang menderita BN juga mempunyai penyakit psikologis seperti depresi, ansietas dan permasalahan penyalahgunaan zat.
Kebanyakan kondisi fisik adalah akibat dari aspek penyingkiran penyakit, termasuk ketidakseimbangan elektrolit, masalah gastrointestinal, dan masalah berkaitan dengan rongga mulut dan gigi.
Gejala lain yang terkait termasuk inflamasi kronis dan sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar di leher dan di bawah rahang, robekan enamel gigi dan meningkatnya kepekaan dan kerusakan gigi akibat daripada pemaparan terhadap asam lambung, penyakit refluks gastroesofagus, intestinal distress dan iritasi akibat penyalahgunaan obat pencahar, masalah pada ginjal akibat penyalahgunaan obat diuretik, dan dehidrasi berat karena kekurangan cairan tubuh.
Gangguan mood sering terjadi pada pasien dengan BN dan simptom kecemasan dan ketegangan (tension) juga sering dialami. Kebanyakan pasien dengan BN mengalami depresi ringan, mengalami gangguan mood dan perilaku yang serius seperti percobaan bunuh diri dan penyalahgunaan alkohol serta obat-obatan terlarang. Biasanya, pasien dengan BN merasa malu dengan perbuatannya sendiri dan cenderung untuk merahasiakannya dari keluarga dan teman-teman.
2.5. Contoh Kasus Eating Disorder
Lucy Hale Bintang utama serial Pretty Little Liars, mengaku jika dia sempat mengalami eating disorder. Saat itu Lucy masih berumur 15 tahun, ia dan ibunya memutuskan pergi dari kampung halamannya untuk mengejar mimpinya menjadi aktris.
Di awal karirnya ini lah Lucy merasa tidak percaya diri dan stres akan body image yang dia miliki. Ia merasa malu jika harus tampil sempurna untuk menjadi aktris yang sukses. Hal ini mengakibatkan Lucy mempunyai kebiasaan makan yang buruk dan membahayakan dirinya sendiri.
"Aku enggak pernah membicarakan tentang ini. Tapi dulu aku bisa beraktifitas berhari-hari tanpa makan yang cukup. Paling aku hanya memakan beberapa potong buah lalu nge- gym selama tiga jam. Aku tahu aku bermasalah," cerita Lucy tentang eating disorder yang sempat membelenggunya selama dua tahun.
Beruntung, Lucy berhasil mengatasi masalahnya. Secara berangsur, dengan dukungan dari sang ibu, kebiasaan makan sehat Lucy pun mulai pulih.
"Itu proses yang enggak gampang dan membutuhkan waktu. Tapi sekarang aku sudah berubah," ujarnya.
Demi menyembuhkan eating disorder yang ia derita, Lucy berjuang untuk menjadi perempuan yang lebih percaya diri dan mencintai dirinya sendiri. Ia berusaha untuk tidak menghiraukan kritikan negatif yang ditujukan padanya, khsusunya tentang body image-nya dan betapa ia harus tampil sempurna sebagai seleb.
"Aku sadar kalau kita enggak bisa selalu mendengarkan berbagai kritikan yang diberikan orang. You just have to follow your own track," ungkap Lucy.
Hal ini juga mengajarkan Lucy untuk lebih berhati-hati dalam berteman. Ia tidak lagi menghiraukan teman-temannya yang ternyata hanya bisa memberi kritik dan dampak negatif baginya.
"Hidup itu terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang-orang yang enggak membuat kamu bahagia," katanya.
Dengan menjadi lebih kuat dan selalu berfikir serta bersikap positif, Lucy pun akhirnya dapat menjalani hidupnya lebih bahagia, termasuk sukses menjadi aktris remaja yang hits di Hollywood. (Di Kutip dari KawanKu Magz).
2.6. Eating Disorder dalam Pandangan Islam
Soal makan atau minum, Islam menekankan pentingnya menjaga keseimbangan, tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Dalam surat Al-araf ayat 31 Allah SWT berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya : Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
            Nabi Muhammad mengatakan kelemahan terburuk tubuh manusia adalah perut. Jika makan, pastikan mengisi sepertiga dari perut kita dengan makanan, sepertiga dengan air dan sepertiga sisanya untuk udara.
Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad mengatakan, perut ibarat tangki dalam tubuh dan pembuluh darah mengalir ke sana (untuk diisi sari makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh).
Ketika perut sehat pembuluh darah kembali dalam kondisi sehat, tetapi bila (perut) dalam kondisi yang buruk, mereka (pembuluh darah) kembali (membawa) sakit.
Singkatnya, kaum muslim disarankan untuk selalu menjaga perut mereka dan menahan diri dari makanan dan praktek-praktek yang mungkin mencemari perut dengan berbagai penyakit.
Nabi Muhammad menyarankan kaum muslim untuk selalu berhenti makan sebelum perut mereka benar-benar penuh. Maksudnya berhenti makan ketika dorongan untuk makan lebih banyak masih ada.
Islam mengajarkan kita banyak etika tentang makan dan minum. Nabi Muhammad selalu menekankan kebiasaan makan dan minum yang sehat kepada para sahabatnya.
Dia meminta para sahabat untuk mencuci tangan mereka sebelum dan sesudah makan, memuji Allah sebelum makan, makan menggunakan tangan kanan, tidak makan sampai benar-benar merasa lapar, serta tidak makan dan minum berlebihan. Akhirnya, dengan memuji dan bersyukur kepada Allah atas makanan dan minuman yang terhidang dan membuatnya mudah untuk ditelan.
Dari semua yang telah disebutkan, Alquran dan Sunnah telah mengajarkan tentang pentingnya makan sehat, seimbang dan memenuhi syarat kebersihan. Islam telah menekankan pentingnya hal-hal ini sejak awal kemunculannya.
2.7. Upaya Pencegahan dan Cara Mengatasi Eating Disorder
2.7.1.      Hindari situasi yang dapat membuat stres. Kalaupun stres muncul, kita harus dapat mengatasi stres yang dialami dengan cara-cara yang positif seperti berdiskusi dengan teman, berolahraga, dan sebagainya. Jangan biarkan stres berlarut-larut dan diatasi dengan cara-cara negatif seperti makan berlebihan, apalagi jika sengaja memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan.
2.7.2.      Membiasakan diri untuk makan tepat waktu dan teratur. Makan teratur tidak akan membuat gemuk, pada kenyataannya orang mengalami kegemukan karena menahan napsu makan sehingga begitu makan ia akan makan secara berlebihan, makan teratur dapat mencegah hal tersebut.
2.7.3.      Terima tubuh dan diri kita apa adanya dan jadilah diri sendiri. Jangan membanding-bandingkan tubuh dan diri kita dengan orang lain. Selain itu, bergaullah dengan orang-orang yang dapat menerima kita sebagaimana adanya. Lingkungan yang positif dapat menjadikan kita positif, dan demikian sebaliknya.
2.7.4.      Jangan mempercayai dan mempromosikan “iklan” yang keliru bahwa kurus dan penurunan berat badan adalah baik, sedangkan lemak tubuh dan berat badan adalah buruk.
2.7.5.      Banyak berolahraga. Seperti kata pepatah “didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, selain dapat menyehatkan tubuh olahraga juga dapat mengusir stres.
2.7.6.      Terapi keluarga juga dapat diberikan untuk pasien yang sudah parah. Terapi dilakukan agar penderita merasa dirinya berharga dan diterima oleh keluarga dan masyarakat tanpa harus menurunkan berat badan.
2.7.7.      Jika anda memiliki anggota keluarga atau teman dengan kepercayaan diri yang rendah, diet parah atau tidak puas terhadap penampilan, pertimbangkan untuk berbicara padanya mengenai hal ini. Meskipun anda tidak memiliki kemampuan untuk mencegah gangguan makan terjadi, anda dapat berbicara mengenai gaya hidup yang lebih sehat.
  


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.1.1. Eating Disorder merupakan masalah yang biasa dijumpai pada remaja
3.1.2. Hal tersebut tidak terlepas dari perubahan psikologis yang dialami oleh para remaja
3.1.3. Berbagai faktor, seperti trauma masa kecil, body image, dan media dapat menjadi penyebab terjadinya eating disorder
3.1.4. Eating disorder dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan, mallnutrisi dan gangguan pertumbuhan.
3.1.5. Perlu kerja sama berbagai pihak yang terkait untuk mengatasi masalah tersebut.
3.1.6. Perlu dilakukan penelitian tentang fenomena eating disorder pada remaja, baik itu remaja fase awal, tengah maupun akhir
3.1.7. Perlu dilakukan penelitian tentang fenomena eating disorder pada kelompok profesi tertentu seperti model maupun penari
3.2. Saran
3.2.1. Saran Untuk Masyarakat
Penderita eating disorder umumnya menggunakan makanan dan diet sebagai cara untuk mengatasi masalah-masalah dalam hidup mereka. Banyak dari mereka berpikir bahwa makanan adalah sumber kenyamanan atau penghilang stres sementara penurunan berat badan dianggap sebagai cara agar diterima oleh teman-teman dan keluarga. Oleh karena itu, masyarakat juga harus turut serta dalam kehidupan para remaja yang tengah tumbuh dewasa. Jangan memberikan kesan buruk untuk mereka, berhati-hatilah dalam pengucapan saat berbicara dengan mereka, dan berilah sedikit pujian untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.
3.2.1. Saran Untuk Orang Tua
Orang tua sangat berperan penting dalam pencegahan gangguan makan. Sepanjang kehidupan seorang anak, makanan tidak boleh digunakan sebagai hadiah atau hukuman. Makan yang seimbang harus dipraktekkan dengan baik di rumah. Ibu perlu mengenali perilaku anak perempuan mereka. Seorang ibu yang selalu diet, terobsesi dengan kalori dan gram lemak, terus menimbang dirinya dan berfokus pada ukuran pakaian, akan mendorong perilaku yang sama pada putrinya.
Fokus orangtua harus ditempatkan pada bakat unik serta prestasi putrinya. Hal yang paling penting, setiap anak harus sangat diperkuat kualitas kebaikannya, belas kasih atau kemurahan hati.
Setiap hari, seorang gadis mendapatkan tekanan dari teman sebaya dan juga sejumlah pesan negatif dari media. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan masalah ini melalui komunikasi yang positif di rumah.  Melalui banyak kasih sayang, dukungan dan komunikasi yang terbuka, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan, memerangi tekanan sosial untuk menjadi kurus, serta menjaga harga diri yang kuat dan citra tubuh.
3.2.1. Saran Untuk Para Remaja
Eating disorder bukanlah suatu masalah yang dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan dan perawatan serius. Tetapkanlah dalam diri kita bahwa memiliki tubuh yang sehat lebih penting daripada memiliki tubuh yang kurus. Selalu perhatikan pola makan dan syukurilah kondisi tubuh yang kita miliki sebagaimana adanya diberikan oleh Sang Pencipta



DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association (APA), 2005. Let’s Talk Facts About Eating Disorders. Available from: http://www.healthyminds.org/letstalkfacts.cfm
Gangguan Makan (Termasuk Binge Eating, Anorexia & Bulimia), Gejala & Pengobatan Gangguan Makan http://psychcentral.com/disorders/eating_disorders  di akses tanggal 8 April 2016
Islam and Eating Disorders in the Muslim Word http://waragainsteatingdisorder.com  
KawanKu Magazine posted 2013
Tinjauan Pustaka Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara www.google.co.id/url?q=http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23140/4/chapter%2520II.pdf 
Wikipedia Indonesia http://en.wikipedia.org



5 komentar:

  1. sundul77.com Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya
    sundul77.com Adalah Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya, Game Slot Mesin, Agen Sbobet, Agen Ibcbet, Agen Mansion88 sundul77 Merupakan Salah Satu Bandar Bola, Bandar Casino, Poker Online Terpercaya IDNSPORT. Kelebihan Bandar Bola Terbesar www.sundul77.com Desain Website Menarik, Live Casino Online 24 Jam Non-Stop Bersama Dealer Eropa & Dealer Asia..
    Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya, Game Slot Mesin, Agen Sbobet, Agen Ibcbet, Agen Mansion88
    Bolagaming mempunyai tim berpengalaman dalam melayani setiap member yang bergabung di situs judi taruhan bola terbaik ini. Kami menyediakan customer service online 24 jam yang akan menemani anda dan membantu memberikan arahan kepada anda agar mudah saat melakukan pendaftaran. Anda bisa memilih jenis permainan judi taruhan online apa saja sesuai keinginan anda.
    Ayo Bergabung Bersama Situs Judi Taruan Bola Terlengkap Bolagaming
    situs agen bola terbaik,judi casino online,poker uang asli,poker uang asli,agen ibcbet

    BalasHapus