Jumat, 17 Juni 2016

When I See You -Part 3-

Apa-apaan ini? Guru macam apa itu? Yang salahkan hanya beberapa orang, kenapa yang dimusuhin sampai sekelas? Dasar guru gak profesional!

“Pak, udah dua kali pertemuan bapak gak masuk-masuk” desak seorang gadis manis sambil memperlihatkan wajah melas andalannya.

“Pak, gimana caranya mereka minta maaf sama bapak?” Tanya seorang gadis chubby sambil mengembungkan kedua pipinya agar terlihat imut dan orang yang berada didepannya dapat tersentuh.

“Bapak gak mau masuk sebelum mereka minta maaf sama bapak” Ujar guru tersebut dengan wajah tak pedulinya.

“Tapi kan mereka udah minta maaf” Ujar kedua gadis itu secara serentak dangan suara sesabar mungkin. Guru tersebut malah mengajak ngobrol seorang guru wanita. Apa-apaan ini?

Ingin sekali kedua gadis itu berkoar-koar dan melakukan demonstrasi ditengah lapang untuk menyadarkan seorang guru yang terlalu sensitif dan keras kepala itu. Bisa-bisanya guru tersebut mogok ngajar 2 minggu hanya karena dua muridnya mengobrol pada saat jam pelajaran. Tapi, setelah dipikir-pikir memang guru satu ini jarang masuk kelas dan terlalu sering memberikan tugas.

Pada saat kejadian itu saja guru tersebut sedang asyik-asyiknya mendongeng dengan wajah tanpa dosa membuat hampir seluruh murid dikelas menguap karena rasa kantuk mulai menyerang. Sehingga pada akhirnya terjadilah aksi ngobrol karena terlalu bosan, menyebabkan guru tersebut ngambek kareba acara dongengnya diganggu. Dan catat! Ngambeknya hampir saja setengah bulan. Padahal beberapa minggu lagi akan segera dilaksanakan ujian semester dan itu menghambat proses pembelajaran didalam kelas. Banyak siswa-siswa yang geram pada guru tersebut bahkan ada yang berani mencap guru tersebut sebagai guru pemakan gaji buta dan blablabla masih banyak lagi. Karena itu, Ify dan Via salah satu siswi tersebut harus bersusah payah menyelesaikan masalah ini karena yang membuat onar dan kekacauan adalah Cakka dan Rio! Catat Rio yang layaknya es itu diganggu oleh Cakka saat jam pembelajaran tersebut. Karena Cakka Ify dan Via menjadi terperangkap dalam masalah ini, Cakka merengek meminta bantuan sedangkan Rio mengancam akan melakukan sesuatu jika Via dan Ify tidak membantu. Ini benar-benar menyebalkan bagi keduanya. Cakka sih ada-ada aja!

“Gimana Fy?” Tanya Cakka was-was sesaat setelah Ify dan Via keluar dari ruangan guru, mukanya benar-benar memelas Ify prihatin melihatnya. Namun rasa kesal langsung menyerang Ify saat melihat wajah datar itu santai-santai saja. Ify jadi geram sendiri, kenapa juga sulur-sulur kehangatan itu tak hilang-hilang. Apa penyebabnya coba? Padahal kan Ify gak suka setengah mati dengan pemuda berwajah datar dihadapannya, tapi kenapa rasanya seperti ini? Seharusnya ada bara api dimata Ify, bukannya rasa aneh seperti ini. Matanya tak pernah berhenti untuk asyik melihat wajah datar itu. Ini menyebalkan!

***

“Shilla-gabriel awet ya Fy, kayak perangko” Ujar Via saat ia, Ify, dan Cakka sedang menikmati makanan dikantin untuk sekedar mengganjal perut mereka setelah berdebat panjang dengan sang guru pembuat ulah.

“yang mana sih?” ujar Cakka bingung.

“Tuh, mereka lagi jalan kesini” Ify menyahut sambil menunjuk kedua orang tersebut dengan dagunya.

“Sweet abis Fy, pegangan tangan gitu, lo mau gak pegangan tangan sama gue? Gue rela loh” Ujar Cakka sambil memperhatikan Shilla-Gabriel yang semakin mendekat.

Pluk!!

Ify menjitak kepala Cakka, pemuda ini selalu saja berulah membuatnya menggelengkan kepala heran. Via hanya tersenyum melihatnya tak ada yang bisa ia katakan.

“Hai Ify, Via...” Shilla menggantungkan kalimatnya dan mengernyit heran melihat sesosok pemuda asing yang berada disamping Ify.

“Cakka..” Ujar Cakka singkat sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.
Tadi aja nyebelin, sekarang senyum ramah gitu, ini anak kerasukan apa ya? Ify membatin dalam hati.

“Shilla”

“Gabriel”

“Aku pesen makanan dulu ya, Shil seperti biasa kan?” Tanya Gabriel. Shilla hanya mengulum senyum manisnya.

“Jadi..” Ucapan Ify menggantung diudara saat Cakka memanggil sebuah nama yang membuat jantung Ify berdetak lebih kencang dari sebelumnya.

“Rio” Seru Cakka, siempu nama terlihat membalikan tubuhnya kearah meja yang mereka tempati lalu seolah paham dengan lamabaian tangan Cakka ia berjalan kearah mereka masih dengan ekspresi datar andalannya dan duduk tanpa permisi didepan Ify.

“Lo kemana aja? Tadi kok ngilang padahal mau gue ajak ke kantin” Ujar Cakka sambil memperhatikan Rio yang memulai makannya dengan tenang.

“Lo yang ninggalin gue” Ucap Rio dan baru pertama kalinya Ify melihat Rio terlihat santai.

“Makanan datang” Seru Gabriel menghentikan suasana hening yang meliputi mereka.

“Enak tuh bang, gue minta dong kentangnya” Seru Via girang sambil mencomot kentang goreng yang telah tersedia didepan wajahnya. Namun sebelum Via benar-benar menyentuh makanan terlezat -menurutnya- tangannya sudah digenggam oleh Gabriel. Telunjuk Gabriel mengangkat keatas lalu ia goyang-goyangkan sambil menggelengkan kepala. Via cemberut dibuatnya.

“Dasar pelit!!” kesal Via sambil meminum paksa jus jeruk milik Ify.

“Lo itu ya ambil comot terus ambil sedot aja” Rutuk Ify.

Via hanya nyengir dibuatnya dan mengalirlah percakapan seru diantara mereka berlima –Cakka, Ify, Via, Shilla, Gabriel- sedangkan Rio sesekali hanya menanggapi ulah mereka dengan gelengan kepala. Tanpa mereka ketahui, Ify mencuri-curi pandang kearah Rio dan ini untuk pertamakalinya juga Ify melihat seulas senyum tipis dibibir Rio. Rio benar-benar menarik perhatiannya. Sebenarnya Rio kenapa dan siapa? Kata-kata itu seolah berputar-putar dikepala Ify membuatnya penasaran setengah mati.

***

“Lo GILA??” Pekik Sivia, matanya yang sipit melotot walau tak terlihat seperti melotot, mulutnya menganga kaget mendengar penjelasan Ify yang menurutnya diluar nalar itu.

“Lo gak lagi sakit kan Fy?” Tanya Cakka merinding lalu menempelkan tangannya dikening Ify yang langsung ditepis oleh siempunya kening.

“Gue serius Via-Cakka.. Apasalahnya sih nyari info soal manusia terdingin dikelas kita” Ujar Ify cuek, matanya menatap malas kedua makhluk didepannya yang bertampang lebay itu.

“Terus lo bakal dapet apa kalo lo udah dapet info tentang dia?” Tanya Via sarkatis

“ya rasa penasaran gue bakal hilang lah”

“Yakin cuman karena penasaran?” Tanya Cakka curiga

“Emangnya karena apalagi Cakka..” Kesal Ify

“Ya, mungkin karena lo punya rasa sama dia gitu, terus lo berusaha deketin dia biar lo..”

“Cukup! Dapat kesimpulan dari mana lo?” Tanya Ify garang

“Bisa aja kan?” Ujar Cakka cuek.

“Aisshh.. kok malah pada bertengkar gini sih? Ini pertama kalinya gue lihat kalian ribut. Udah deh, emang ada apa sih sama si manusia es itu sampai bikin lo penasaran tingkat akut?” Tanya Via yang kini tengah memicingkan matanya kearah Ify.

“Gue sendiri gak tau Vi, tapi gue yakin dibalik wajahnya yang dingin itu..”

“Udahlah Fy, lo berlebihan tahu gak. Dia emang udah gitu dari sononya kali”

“Tapi perasaan gue mengatakan..”


“Lo jangan terlalu jauh mencampuri hidup orang” Ujar Cakka ketus lalu berlalu dari hadapan kedua gadis cantik itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar