Rabu, 09 November 2016

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

DASAR – DASAR JURNALISTIK



Apa yang membedakan media massa dengan media sosial? Berikan contohnya.

Sebelum membedakan antara media massa dengan media sosial, kita harus memahami terlebih dahulu dimana kedudukan kedua media tersebut dalam komunikasi massa. Menurut wikipedia bahasa Indonesia, media dalam komunikasi berasal dari kata ‘mediasi’ karena mereka hadir diantara pemirsa dan lingkungan. Istilah ini sering digunakan untuk menyebutkan media massa.

Media massa dapat dikatakan sebagai sarana yang menjadi tempat  penyampaian hasil kerja aktivitas jurnalistik. Media massa merupakan istilah yang digunakan oleh publik dalam mereferensi tempat dipublikasikannya suatu berita. Hasil kerja jurnalistik para wartawan dipublikasikan melalui media massa. Setiap berita dalam jurnalistik menjadi tidak bermakna tanpa mendapat dukungan atau dipublikasikan melalui media. Jadi, media massa merupakan tempat untuk mempublikasikan berita. Penyampaian informasi dalam bentuk berita membutuhkan saluran komunikasi yang disebut media.

Pengertian media massa sangat luas. Media massa dapat diartikan sebagai segala bentuk media atau sarana komunikasi untuk menyalurkan dan mempublikasikan berita kepada publik atau masyarakat.  Media massa dalam konteks jurnalistik pada dasarnya harus dibatasi pada ketiga jenis media, diantaranya :

        1.    Media cetak, yang terdiri atas surat kabar, tabloid, majalah, buletin, dsb
        2.    Media elektronik, yang terdiri atas radio dan televisi
        3.    Media online, yaitu media internet seperti website, blog, portal berita, dan media sosial.

Jadi, media sosial merupakan bagian dari media massa, sosial media ini termasuk dalam media massa modern. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang begitu tipis antara media massa dalam konteks jurnalistik dan media sosial. Media massa haruslah memiliki beberapa aspek diantaranya aktual, objektif dan periodik. Media massa terutama media yang bersifat kontemporer hanya melakukan komunikasi satu arah dan para penerima informasinya tidak dapat berkontribusi secara langsung. Komunikatornya pun haruslah bersifat melembaga, sifat kelembagaan komunikator dalam proses komunikasi massa disebabkan oleh melembaganya media yang digunakan dalam menyampaikan pesan komunikasinya. Mereka berbicara atas nama lembaga tempat dimana mereka berkomunikasi sehingga pada tingkat tertentu, kelembagaan tersebut dapat berfungsi sebagai fasilitas sosial yang dapat ikut mendorong komunikator dalam menyampaikan pesan-pesannya.

Sedangkan media sosial, baik pemberi informasi maupun penerimanya seperti bisa memiliki media sendiri. Media sosial merupakan situs di mana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Beberapa contoh media sosial diantaranya facebook, blog, twitter, dsb.

Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Media sosial dikatakan berbeda dengan media massa dalam konteks jurnalistik karena setiap orang memiliki hak bebas untuk bersuara, sekalipun pesan yang disampaikannya merupakan keluh kesah komunikator yang bersifat subjektif.

Namun, masyarakat atau warga yang sering terlibat dalam kegiatan pewartaan dapat juga dikatakan sebagai jurnalisme warga atau citizen journalism. Jurnalisme warga merupakan bentuk kontribusi masyarakat biasa dalam membagi informasi tentang apapun. Mereka terlibat berkontribusi melalui media online yang mereka miliki sendiri, tanpa membutuhkan keahlian khusus dibidang jurnalistik. Karena dengan maraknya media online, media massa yang melembaga membuka peluang yang besar untuk masyarakat ikut serta menjadi social control.

Jadi, media sosial dapat dikatakan sebagai media massa dalam konteks jurnalistik jika pesan yang disampaikan bersifat faktual, objektif dan sesuai dengan aspek-aspek jurnalistik. Bahkan, portal berita seperti detik.com pun sudah memasuki area media sosial dalam penyebaran informasinya.

Sumber Bacaan  :
Wikipedia Bahasa Indonesia
Pengantar Ilmu Jurnalistik oleh Prof. Dr. Asep Saepul Muhtadi, M.A.
Jurnalistik Terapan oleh Syarifudin Yunus
Jurnalisme Kontemporer oleh Septiawan Santana K

1 komentar: