Sabtu, 07 Januari 2017

Jurnalistik dalam Komunikasi Massa

Mengapa jurnalistik berada dalam ruang komunikasi massa yang harus memakai media massa dan melaporkan peristiwa berdasarkan fakta?

Sebelum menetapkan jurnalistik sebagai bagian dari komunikasi massa, kita harus tahu lebih dulu apa yang dimaksud dengan komunikasi massa dan apa yang dimaksud jurnalistik.

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang berbentuk media (cetak, elektronik) berupa pesan-pesan yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak yang jumlahnya tidak dapat dihitung dengan angka. Oleh karena itu, pesan yang diterima oleh khalayak ramai tidak memiliki sifat hubungan timbal balik dan tidak dapat direspon secara langsung. Pesan yang dikirim dalam bentuk media tersebut akan diterima oleh berbagai tempat dalam jangka waktu yang relatif sama.

Sedangkan jurnalistik, secara harfiyah memiliki pengertian kewartawanan atau kepenulisan. Berasal dari kata journal artinya catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari atau bisa juga berarti surat kabar. Journal berasal dari perkataan latin diurnalis artinya harian atau tiap hari.

MacDougall menyebutkan bahwa journalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Melaporkan kepada siapa? Tentu berita tersebut dilaporkan kepada khalayak ramai yang memerlukan informasi setiap harinya. Karena penyampaiannya berhubungan dengan massa dan khalayak tersebut berada di berbagai tempat yang cukup sulit untuk dijangkau jika memberikan informasi secara langsung tanpa perantara, maka dibutuhkan media massa baik media cetak maupun media elektronik agar penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, tepat dan efisien. Arus informasi yang bebas dan terbuka pada saat ini memberikan peluang kepada media untuk mentranformasikan pesan dan informasi kepada khalayak. Oleh karena itulah jurnalistik termasuk dalam kategori komunikasi massa yang harus memakai media massa.

Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Jurnalisme sangat penting di mana pun dan kapan pun, tidak peduli apa pun perubahan – perubahan yang terjadi di masa depan baik sosial, ekonomi, politik, maupun yang lainnya. Berbagai informasi dan gambaran kritis yang terjadi mesti disampaikan. Ketika sebuah kejadian yang merugikan masyarakat terjadi, sebuah media memberi sesuatu yang dapat dipegang oleh masyarakat. Sesuatu itu ialah fakta – fakta, penjelasan, dan ruang diskusi yang menolong banyak orang terhadap sesuatu yang tak terduga kejadiannya.

Masyarakat diajak agresif terhadap sesuatu yang penting terjadi, masyarakat diajak paham dan terlibat. Pemberitaan lingkungan, kesehatan, makanan, dan produk – produk yang berbahaya menyelamatkan kehidupan rakyat. Peliputan soal kemiskinan, gelandangan, ketidakadilan dan penderitaan memberi ‘suara’ pada pihak yang tak ‘bersuara’. Kebajikan utama jurnalisme adalah menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat hingga mereka leluasa dan mampu mengatur dirinya. Dari realitas yang disampaikan dalam jurnalistik tersebut, menciptakan bahasa dan pengetahuan bersama. Oleh karena itulah, laporan jurnalistik harus faktual dan tidak mengada – ada atau bahkan bersifat kurang cakap dalam menyampaikan informasi.

Untuk itu, jurnalisme memiliki tugas :
1. Menyampaikan kebenaran
2. Memiliki loyalitas kepada masyarakat
3. Memiliki disiplin untuk melakukan verifikasi
4. Memiliki kemandirian terhadap apa yang diliputnya
5. Memiliki kemandirian untuk memantau kekuasaan
6. Menjadi forum bagi kritik dan kesepakatan publik
7. Menyampaikan sesuatu secara menarik dan relevan kepada publik
8. Membuat berita secara komprehensif dan proporsional
9. Memberi keleluasaan wartawan untuk mengikuti nurani mereka


Setelah menelusuri pemahaman mengenai komunikasi massa dan jurnalistik, maka dapat disimpulkan bahwa jurnalistik termasuk dalam kategori komunikasi massa yang harus memakai media massa dan melaporkan peristiwa berdasarkan fakta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar