Selasa, 16 Mei 2017

Islam dan Media Komunikasi Massa

Setiap manusia membutuhkan komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Komunikasi yang terjalin bergantung pada berbagai faktor yang melingkupi keadaan dari manusia tersebut. Faktor yang mempengaruhi kecakapan dalam berkomunikasi dapat berasal dari dalam maupun dari luar. Keluarga, lingkungan, bahkan media publik sangat berperan aktif dalam merubah kemampuan setiap individu untuk berinteraksi. Seorang anak yang setiap harinya mengurung diri di kamar akan benar-benar menjadi pendiam jika orang tua dan lingkungan memberikan sugesti padanya bahwa ia seorang yang pendiam. Selain itu, faktor budaya, daerah, bahkan agama juga menjadi tolak ukur yang tidak dapat dihindari.

Media merupakan salah satu yang menjembatani komunikasi antarindividu maupun antarkelompok. Komunikasi yang berlangsung pun menjadi sangat mudah karena dengan adanya media seperti media elektronik manusia tidak perlu susah payah untuk berhubungan dengan sesamanya sehingga masalah waktu, jarak, dan kesibukkan menjadi lebih mudah. Media memiliki pengaruh yang sangat signifikan bagi masyarakat, media dapat merubah gaya hidup serta budaya lokal setempat dengan mempengaruhi cara berpikir masyarakat tertentu agar menyukai atau mengikuti sesuatu yang baru atau asing. Informasi yang didapat dari sebuah media dengan cepat akan tertanam pada alam bawah sadar kemudian tertuang dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, informasi tersebut merupakan informasi yang tidak dikenal sebelumnya. Masyarakat menilai bahwa sebuah informasi baru merupakan sesuatu yang modern dan acap kali dianggap ‘keren’, akan tetapi jika tidak diperbaharui maka akan dianggap ketinggalan zaman.

Tuntutan pembaharuan informasi bagi setiap individu menjadikan manusia sebagai makhluk yang ketergantungan akan media informasi. Oleh karena itu, kesadaran akan kemampuan berkomunikasi menjadi sangat penting. Setiap individu harus dilatih agar cerdas dalam menangkap suatu informasi sehingga kecakapannya dalam berkomunikasi pun akan menjadi lebih baik. Segala sesuatu yang diterima oleh masyarakat tidak boleh menyimpang dari ajaran agama, sehingga agama harus ditanam sedemikian kuat agar keteguhan setiap individu menjadi paten dan tidak dapat digoyahkan.

Dalam sudut pandang Islam sendiri, kehadiran media diharapkan secara khusus dapat memberikan warna tersendiri bagi kehidupan umat Islam dalam berbagai aspek. Kehadiran media bisa menjadi wadah bagi umat Islam untuk membantu menstabilkan kondisi masyarakat yang majemuk dengan kemajemukan masalah. Masyarakat yang kini tengah berada dalam kehidupan yang hiruk-pikuk dan terpapar oleh derasnya arus globalisasi benturan budaya asing dengan budaya ketimuran yang masuk dalam gaya hidup masyarakat, hedonisme, konsumtif dan menjadi gaya hidup dengan ketimpangan sosial hingga merambah kepada kemerosotan akhlak dengan pergaulan bebas.

Islam perlu memiliki media sendiri agar mampu menjadi rujukan dan membantu dalam penyebarluasan agama. Media Islam memiliki peran penting untuk memberi informasi berimbang yang tidak didapat masyarakat dari media lainnya. Media Islam diharapkan mampu menciptakan dan mendorong keterlibatan aktif dari umat Islam dalam usaha membantu memotivasi umat Islam agar menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam dan sebagai ajang yang sangat potensial untuk misi menyampaikan pesan-pesan Islam.


Kini, sudah banyak bermunculan media berbasis Islam di Indonesia terutama media Islam online. Hadirnya media Islam tersebut lebih dikarenakan untuk keperluan dakwah dan media penyiaran umum. Media Islam sebagai media dakwah, tentunya tidak dibatasi pada sisi kepentingan semata. Dewasa ini belum terlihat media Islam yang benar-benar mencerminkan nilai Islam secara penuh, baik dari kemasan maupun isinya. Terlepas dari kemasan ataupun tampilan, keberadaan media Islam sebagai media dakwah sedikit banyaknya telah berperan aktif dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. Dalam hal ini, setiap individu yang menjadi audience dari media Islam harus secara cerdas menghindari media Islam yang hanya berorientasi pada kepentingan bisnis semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar