Rabu, 03 Mei 2017

Terimakasih Sang Motivator Ulung

Katakan pada mereka aku bisa melakukannya.

Riuh dalam dada masih saja terasa saat melihat kembali seorang motivator berkelakar. Ia pemberi nyawa, pemberi harap yang tak sampai dalam genggam. Aku berusaha menekan euphoria yang diam-diam bersemi tapi nyatanya senyum yang terbit dari kedua sudut bibir tak pernah berdusta.

Gugup yang terasa semakin mencuat tatkala aku mencoba memberi balas dengan sapaan ramah. Satu kata, dua kata, lalu hilang karena merasa ada yang belum tepat.

Untukmu ku ucap terimakasih, karena tanpamu aku tersendat di tengah riuhnya jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar