Senin, 03 Juli 2017

Arti Sebuah Nostalgia

Pernah mengalami nostalgia? Tentu semua orang tidak pernah lepas dari kenangan masa lalu. Kenangan yang membuat dada berdenyut cepat dan napas terengah mungkin. Baik peristiwa yang baru saja terjadi, peristiwa kemarin sore, atau peristiwa yang sudah terlampau lama yang terjadi di masa lalu. Kenangan tak lepas dari peristiwa yang berkesan dan memiliki sesuatu yang mistis tak terlupakan. Bisa jadi karena jatuh cinta, marah, benci, dendam, atau malu tak tertahankan. Semua yang dikenang dalam otak adalah peristiwa unik, berbeda, dan terus melekat pada sel-sel otak untuk di reka ulang kembali dikemudian hari, membuat reaksi yang berlebihan pada sebagian organ tubuh. Perlu waktu yang berlarut-larut untuk tersenyum malu atau memaki penuh amarah. Tak ada kenangan yang diingat betul hanya karena itu adalah peristiwa yang biasa, hambar, dan diterima dengan acuh tak acuh oleh semua anggota tubuh. Semua kenangan yang melekat erat adalah kenangan yang tak ingin dilupakan dan kenangan yang seharusnya dilupakan namun tak mampu terlupakan begitu saja. Jika terbesit kenangan bersama seseorang secara tiba-tiba maka tak perlu berpikir lama, karena ia merupakan salah satu orang yang berharga dan memiliki arti dalam hidup. Dari bernostalgia dan mengenang seseorang atau suatu kisah, kamu akan mengerti dan memahami siapa sebenarnya yang telah membuatmu jatuh cinta, karena ia dengan kurang ajarnya akan memenuhi isi kepalamu dan mengesampingkan hal lain disekitarmu yang semestinya menjadi pusat utama dineuronmu. Ia adalah sosok yang akan terus tersimpan meski ingin dilupakan. Jatuh cinta karena hal apa? Bisa jadi mencintai karena lawan jenis atau pun jatuh karena ia adalah sahabat baikmu dan keluargamu. Untukku kenangan berarti cinta.


Untuk urusan benci, sebenarnya sama saja, karena jarak antara benci dan cinta itu tipis. Jika kamu membenci seseorang berarti kamu telah memberikan perhatian yang lebih padanya, sampai hal terkecil yang tidak disadari sehingga membuatmu membencinya dan ingin menghapusnya dari bayang-bayang kenangan. Pada akhirnya, seberat apapun rasa bencimu, ia akan selalu tersimpan dalam kenaganmu, melekat erat dan tak terhapuskan. Oleh karena itu kenangan tetap berarti cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar