Selasa, 20 Maret 2018

Kembalilah


Ingat kenangan indah tentang cerita kita
Semua canda tawamu selalu dalam benakku

“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Ify..” Suara riuh teman-teman sekelas Ify menjadi pelengkap lagu ulang tahun yang dinyanyikan secara serentak untuk gadis yang kini tengah menahan laju air matanya. Ify hampir saja berteriak tak terima saat teman-teman sekelasnya menuduhnya mencuri. Shilla, gadis yang menjadi kompor teman-temannya ini memeluknya erat pertanda minta maaf. Ify benar-benar dibuat terkejut untuk kesekian kali.

“Sorry, udah buat kamu makan hati tadi haha.. aku bercanda kok fy.” Bisiknya di telinga Ify sebelum ia melepaskan pelukannya.

Suasana semakin riuh saat Alvin datang membawa kue ulang tahun lengkap dengan dua lilin yang membentuk angka 13. Alvin menghampiri Ify dengan langkah pelan, tak lupa seulas senyum hangat terus diperlihatkannya membuat jantung Ify terus berdetak secara gila-gilaan. Ia terpesona, sungguh..

“Tiup lilinnnya, tiup lilinnya sekarang juga..” Alvin memandu teman-temannya bernyanyi masih sambil memandang Ify untuk melakukan apa yang ia ucapkan, tak perlu waktu banyak untuk Ify memejamkan matanya lalu meniup lilin tersebut seraya tersenyum penuh makna. Ia berdoa terlebih dahulu sebelum meniup lilin berpendar api itu, tentu saja.

“Aku gak nyangka hari ini bakal ada kejutan yang bikin emosi aku meledak-ledak.” Bisiknya pada Alvin yang hanya tersenyum menanggapi.

“Selamat ulang tahun Alyssa” Suara yang begitu lembut itu masuk kedalam daun telinganya, ia yakin darah yang mengalir cepat ditubuhnya saat ini disebabkan oleh suara itu, dahinya mengernyit merasakan getaran-getaran aneh yang menjalar diperutnya.

“Terimakasih” Hanya itu yang sanggup diucapkannya saat ini.

Alvin meletakkan kue ulangtahunnya di meja dan berjalan agak menjauh darinya, hal itu membuat Ify bingung tapi nampak lebih waspada dari sebelumnya. Teman-temannya memandangnya dengan wajah jail yang begitu kentara. Saat suara letusan balon yang amat memekakkan telinga itu terdengar, ia baru tersadar dengan banyaknya kertas-kertas yang berjatuhan ditubuhnya. Hampir saja ia kembali memekik karena kaget yang luar biasa, namun hal itu diurungkannya karena melihat teman-temannya kini sudah tertawa lepas, benar-benar menertawakannya, menyebalkan.

Ify menggerutu lalu menyentakkan kakinya diatas lantai, tanpa fikir panjang ia melumpuri tangannya dengan kue ulangtahun tadi dan mengejar teman-temannya yang sesaat kemudian berlari terbirit-birit karena tak ingin wajah mereka terkena coklat atau apapun itu.

Mata Ify melihat Alvin yang tengah tertawa di depan meja guru, senyumnya merekah melihat wajah itu memucat karena tertangkap basah. Ify mendekati Alvin dengan seringai lebarnya, ia sama sekali tak membiarkan Alvin untuk kabur kali ini.

“Fy, tunggu dulu, ini bukan sepenuhnya rencana aku loh.”

“Bohong fy, yang lebih banyak nyumbang otak ya cuma Alvin.” Salah satu temannya mengompori, hal itu membuat Ify mendengus kesal.

Ify kembali melangkahkan kakinya, memperkecil jarak mereka. Namun, setelah berjarak dua langkah dari tubuh Alvin, matanya membelalak kaget. Suara riuh dari teman-temannya membuat darahnya semakin berdesir hebat. Tangannya terkulai lemas begitu saja disisi tubuhnya, ia mati rasa.

Alvin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Ify yang memucat. Ia mengeluarkan jurus andalannya untuk rencana kali ini, sebuah balon berbentuk ‘love’ diulurkan oleh tangannya begitu saja diantara wajah mereka. Seruan teman-temannya sama sekali tak ia pedulikan, ia begitu menikmati wajah Ify yang kini tengah merona.

“Tanda cinta aku ke kamu nih fy, love you........sahabat”

Aku tak mengerti mengapa dulu ku inginkan kamu

“love you too Alvin.” Bisiknya parau. Ia jamin hanya telinganya sendiri yang mampu mendengar ucapannya kali ini.

Berjuta bintang terindah
Namun hanya kamu yang paling bersinar dihatiku
Kembalilah padaku



Untukmu yang tidak ku ketahui keberadaannya. Terimakasih telah memberi ku balon berbentuk hati, menggerutu saat ku mengenakan hadiah yang kamu berikan di depan teman-teman ku tanpa menunggu mu terlebih dahulu, memberi tahu ku rasa manis saat aku bercanda dan tertawa bersama mu setiap harinya selama 3 tahun. Hingga 9 tahun kemudian aku masih merasa rindu. Hingga 8 tahun kemudian aku masih mengamini harap untuk kembali bersama mu. Hari ini umur ku genap 21 tahun, aku tidak terlalu berharap kamu tahu, yang harus kamu tahu aku berterimakasih pada mu karena telah memberi warna dalam hidup ku sejak aku masih berumur 12 tahun.


I still love you :3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar