Kamis, 01 Maret 2018

Sosok Teladan Iqbaal Ramadhan







Iqbaal Ramadhan akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan yang cukup intens di media sosial baik dari kalangan anak muda hingga ibu-ibu yang telah memiliki anak. Hal tersebut disebabkan karena perannya sebagai Dilan dalam film Dilan 1990 sukses memikat hati jutaan penonton Indonesia. Bahkan hingga saat ini (28/02) film tersebut telah meraup lebih dari 6 juta penonton. Cukup mengejutkan karena sejak terpilihnya Iqbaal sebagai Dilan banyak netizen yang berkomentar negatif dengan ketidaksetujuannya. Saat itu, Dilan bahkan berulangkali masuk top news di trending topic twitter.

Aku sendiri mulanya kecewa dengan terpilihnya Iqbaal, tidak dapat terbayangkan seorang Iqbaal memerankan Dilan, sosok yang antimainstream dan begitu di elu-elukan oleh jutaan pembaca bukunya. Sang panglima tempur, raja gombal, cerdas dan tipikal laki-laki ‘nakal’. Walaupun aku suka dengan sosok seorang Iqbaal dari saat ia ikut serta dalam sebuah boyband bernama Coboy Junior, tapi hanya sebatas itu. Aku juga penggemar buku Dilan dan Iqbaal sama sekali tidak terpikirkan untuk menjadi kandidat yang memerankan karakter tersebut.


Miris rasanya, melihat banyak komentar negatif di semua sosial media tentang Iqbaal yang masih ‘anak-anak’, walau pun aku merasa kecewa tapi tidak sepantasnya aku senang melihat semua orang begitu menyebalkan karena berkomentar sepedas itu tentang asal-usul Iqbaal sebagai seorang boyband anak kecil lalu bertranformasi menjadi Dilan. Kekecewaan itu wajar tapi tidak sepantasnya rasa kecewa berubah menjadi cyber bullying di media sosial. Untuk seorang anak yang psikologisnya terganggu dampaknya bisa sangat berbahaya, dan saat itulah  aku mulai terkagum-kagum dengan sikap Iqbaal yang menerima secara lapang dada tanpa terganggu dengan semua komentar netizen yang budiman. Saat itulah aku mulai mengulik sosok Iqbaal yang membuat hampir semua kalangan jatuh cinta padanya.







Promo film Dilan awalnya memang sulit sekali, banyak yang meragukan, banyak yang bilang antara Vanesha dan Iqbaal tidak ada kecocokan sama sekali karena wajah Iqbaal terlalu baby face dibanding Vanesha, lalu banyak pula yang menghujat. Aku saat itu hanya memperhatikan perkembangan media sosial tanpa ikut campur dalam hal apa pun. Mulanya memang kedekatan mereka terlihat agak dipaksakan agar orang-orang merasa baper dan ingin menonton film Dilan. Padahal aku yakin seyakinnya tanpa blunder gimmick sekali pun akan banyak orang yang berbondong-bondong menonton Dilan dilihat dari novelnya yang memang best seller, dan harus kalian tahu film ini sangat ditunggu-tunggu setelah 2 tahun yang lalu Pidi Baiq memproklamirkan bahwa Vanesha adalah Milea.

Aku saat itu mulai penasaran seperti apa chemistry mereka berdua, seperti apa gimmick yang benar-benar di blow up oleh pihak yang bersangkutan. Setelah menonton beberapa video di youtube tentang chit-chat mereka berdua mengenai Dilan-Milea, saat itulah aku mulai agak ‘terperangah’ dengan semua jawaban Iqbaal tentang seperti apa sosok Dilan menurutnya, semua jawabannya cerdas, analogi yang dia berikan kepada khalayak umum juga sama sekali tidak terpikirkan oleh banyak orang, kalimatnya benar-benar memperlihatkan bahwa dia manly sekali, tidak pernah menyangka bahwa Iqbaal akan tumbuh menjadi lelaki dewasa dengan pemikiran dewasa di umurnya yang masih berusia 17 tahun saat itu.









Awalnya memang hanya terkecoh dengan beberapa cuitan di twitter tentang gimmick antara Iqbaal dan Vanesha yang dipaksakan katanya, lalu aku mulai berselancar mencari video Iqbaal yang membahas Dilan, dan saat itu juga aku mengakui bahwa jika bukan Iqbaal yang menjadi Dilan aku tidak akan yakin ada orang yang mampu mengemban amanah memerankan karakter Dilan se 'yakin' Iqbaal. Saat itu aku sama sekali tidak memperhatikan interaksi antara Iqbaal dan Vanesha, benar-benar hanya memperhatikan bagaimana Iqbaal menjawab pertanyaan dan bagaimana dia menjelaskan kesanggupannya memerankan sosok Dilan. Menurutku, semua orang pun akan kewalahan jika banyak komentar negatif dari netizen yang mengatakan jika ia tidak cocok memerankan sebuah karakter dalam film, tapi Iqbaal benar-benar bisa survive, dia menonaktifkan semua sosial media, tidak banyak bicara, tidak menanggapi berlebihan, namun mulai buka suara saat semua kerja kerasnya membuahkan hasil dan saat promo film dimulai.




Semua pernyataannya membuat aku sebagai penggemar Pidi Baiq, Dilan, dan hanya sebatas ‘suka’ pada Iqbaal jadi jatuh cinta sejatuhnya pada Iqbaal Ramadhan yang sukses menghipnotis banyak orang. Aku akui semakin lama chemistry antara Iqbaal dan Vanesha juga semakin blend. Selalu menantikan video terbaru mereka di youtube, yang membuat banyak orang bahagia hanya karena melihat tawa mereka, sederhana tapi membuat bahagia. Baru kali ini benar-benar memperhatikan perkembangan seorang public figur dalam memerankan tokoh di sebuah film yang diangkat dari novel favorit.







Iqbaal bukan idola baru bagi para remaja dan anak muda, tapi begitu megejutkan saat banyak ibu-ibu dan tante-tante yang aktif bermain sosial media ikut serta memeriahkan kolom komentar Iqbaal setelah ia sukses memerankan Dilan dengan begitu apik dan manis. Aku pun terkejut saat pertama kalinya menonton film ini. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 2 jam aku fix jatuh cinta. Film Dilan ini benar-benar di luar ekspektasi semua orang, kekecewaan yang dulu sempat diutarakan ke beberapa teman di kampus tandas sudah. Menyesal sih pernah mengira film nya akan jadi aneh, aku tidak tahu lagi selain harus memberikan standing applause terhadap karya yang luar biasa ini, sederhana namun memikat untuk ditonton berulang kali. Tak ayal banyak yang jatuh cinta, terharu juga pada mereka yang berusaha untuk film Dilan ini. Banyak yang mengusahakan film Dilan menjadi film nomor 1 tanpa paksaan dari pihak mana pun, karena memang film ini pantas untuk mendapat respon yang begitu positif dari masyarakat.




Senang juga rasanya melihat perkembangan komentar yang mulanya berpikir negatif jadi memberikan pujian yang positif. Iqbaal benar-benar sangat dewasa menyikapi seluruh komentar dari netizen yang budiman padanya. Satu hal lagi yang membuat dia istimewa, saat film Dilan benar-benar hype, dia juga menjadi ambassador Ruang Guru dengan visi-misi yang membuat semua orang kembali berdecak kagum. Lalu muncul juga berita yang ia menyempatkan diri untuk shalat terlebih dahulu disela-sela kesibukannya saat gala premier film Dilan. Tidak banyak public figur yang seperti itu, kebanyakan dari mereka mungkin skip waktu shalat atau bisa juga di jama’ karena jadwal yang padat, aku pun mungkin akan lebih memilih untuk men jama’ sholat, astagfirullah. How’s you adorable, baale. Dimana lagi sih ada anak muda berprestasi, multitalenta, rajin beribadah, cerdas, komunikatif dan berkarakter seperti Iqbaal. Rasanya aku benar-benar rendah diri tapi juga termotivasi. Ia dengan umurnya yang masih 18 tahun bisa seluar biasa itu.


















Cerita ini bukan hanya karena aku mengidolakan Iqbaal maka aku memuji dia seberlebihan itu, tapi karena dia memang layak di puji. Sikapnya bisa menjadi pelajaran bagi anak muda lainnya, benar-benar sosok yang perlu dicontoh untuk anak muda di zaman sekarang. Berhentilah mencaci maki, dan perbanyaklah memperlihatkan diri karena prestasi. Aku belajar darinya bahwa kecerdasan tidak selalu dapat diukur dari kematangan umur seseorang, begitu pula dengan kedewasaan.





Pengen orang yang kayak Iqbaal satuuuuu aja :D
Apalagi dengar dari ibunya tentang hal manis yang selalu dia lakukan. Lebih memprioritaskan sekolah dari pada pekerjaan atau hal 'menye-menye' lainnya. Ternyataaa dia sekolah di US juga karena beasiswa. Two thumbs for you!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar